Jokowi: Perbankan Harus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas Melalui Kredit UMKM

oleh

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyoroti belum optimalnya industri keuangan Indonesia, khususnya perbankan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas.

Dalam Pertemuan Tahunan Jasa Keuangan di Pacific Place Jakarta pertengah Januari Lalu, Jokowi mengungkapkan bahwa dirinya sering kali menyampaikan terkait stabilitas moneter yang baik, visible APBN, Index Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga baik, ease of doing business juga meloncat tahun 2014 dari 150 sekarang masuk dalam angka 72, namun dirasakan Jokowi, ekonomi Indonesia belum berlari kencang.

Baca Juga : Potensi & Target Pertumbuhan Kredit Perbankan 2018

“Ekonomi Indonesia dinilai sehat. Lembaga-lembaga dunia tersebut melihat dan yakin akan masa depan ekonomi Indonesia. Sekarang tinggal kita mau bagaimana?. Apakah kita dengan ekonomi yang seperti ini mau jalan-jalan atau lebih cepat kedepannya. Lanjutkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi setinggi-tingginya agar kita bisa cepat bergerak (mengurangi) pengangguran, menekan angka kemiskinan, mengatasi ketimpangan kedepan yang masih ada,” ujar Jokowi.

Jokowi juga menyoroti masih banyaknya isu-isu negatif yang bertebaran di sosial media yang mendistorsi gambaran ekonomi Indonesia. Namun Presiden menegaskan bahwa para pelaku industri keuangan, misalnya perbankan harus optimis dan tidak boleh kalah dengan isu yang tidak perlu.

“Prudent perlu, kehati-hatian perlu, tapi dengan kondisi-kondisi seperti ini (indikator ekonomi yang baik), mestinya, optimisme. optimisme jangan hilang hanya karena isu-isu di media sosial,” tegasnya.

Baca Juga : Stabilitas Sistem Keuangan Terus Membaik

Salah satu bentuk untuk melawan isu tersebut, Presiden mengharapkan perbankan harus lebih berperan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkualitas melalui penyaluran kredit yang lebih ekspansif terutama ke industri mikro, kecil, dan menengah.

“Dengan telah terhubungnya industri keuangan nasional melalui sistem perbankan, asuransi dan bursa, maka kita harapkan ini dapat memacu pertumbuhan yang baik. Hanya kita harus memastikan bahwa tumbuhnya industri keuangan itu ikut mendorong perkembangan ekonomi yang berkualitas. Contohnya di perbankan, jangan sampai asik melulu mengumpulkan dana pihak ketiga, tapi pemberian kreditnya susah. Saya perlu ingatkan (perbankan untuk menyalurkan kreditnya), terutama untuk yang usaha kecil, usaha menengah, usaha mikro,” pungkas Jokowi.

UMKM MINIMAL 20%
Seperti diketahui bahwa Bank Indonesia (BI) telah menetapkan pada 2018 perbankan wajib menyalurkan kredit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) minimal 20 persen, guna mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *