in , ,

Era Industri 4.0 Harus Siap Dihadapi BPR

Era industri 4.0

Era industri 4.0 atau era digital industri merupakan tahapan keempat revolusi industri yang merujuk pada perkembangan teknologi informasi. Setelah revolusi air, listrik, dan revolusi mesin, maka era ini menggabungkan antara teknologi otomatisasi era sebelumnya dengan internet atau cyber. Penggabungan tersebut mempermudah pertukaran data industri yang terjadi di dunia.

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) merupakan bank yang kegiatan usahanya tidak melayani lalu lintas pembayaran, seperti kliring dan tukar valuta asing. Dengan demikian, kegiatan bank ini ruang lingkupnya lebih kecil dibandingkan bank umum. Namun, persaingan tetap terjadi antara keduanya. Oleh karena itu, BPR harus siap bersaing dalam era indsutri 4.0.

Kesiapan BPR dalam menghadapi era industri 4.0 ini dikemukakan oleh Founder PT Teradata Megah, Bandung, Sanford Jonathan. Selain itu, ada Direktur eksekutif Riset, Surveilands dan Pemeriksaan LPS, Didik Madiyono. Kedua tokoh mengungkapkan pendapatnya dalam Seminar: Peluang Baru BPR dalam Revolusi Industri 4.0, 5 April 2019.

Menurut Jonathan, ada dua hal yang harus disiapkan BPR era industri 4.0 agar tidak tertinggal, yaitu:

1. Menyiapkan core banking yang memberikan kemudahan kepada nasabah. Misalnya dengan sistem Bank as a Plaform (BaaP) yang mengembangkan aplikasi mobile. Aplikasi mobile yang dihasilkan, memudahkan semua transaksi bank. Nasabah tidak perlu lagi datang dan mengantri di customer service untuk mendapatkan pelayanan.

2. Kolaborasi atau kerjasama antar semua BPR di seluruh Indonesia. Ini memungkinkan BaaP yang sudah dibuat berjalan lebih baik karena biasanya BPR hanya ada di wilayah tertentu. Dengan sinergi, proses keuangan dipersingkat melalui realtime online.

Sementara, menurut Didik di era industri 4.0 BPR harus melakukan dua strategi yang disebut The Dominate Strategy, yaitu:

1. BPR harus berinovasi dalam menawarkan dan mengembangkan produk. Inovasi ini akan membuat nasabah tertarik.

2. BPR harus ikut berpartisipasi dalam teknologi cyber itu sendiri. Partisipasi ini terkait dengan pembuatan BaaP yang telah dikemukakan di atas. Pinjaman dana, menabung, dan investasi dapat dilakukan dengan lebih mudah secara online.

Apabila BPR berhasil mengembangkan diri di era industri 4.0 tidak hanya keuntungan secara materi yang didapatkan. Kinerja BPR akan lebih efisien karena biaya infrastruktur, seperti biaya buka cabang, akan berkurang. Brand awareness juga akan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah nasabah. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

QR Code Indonesia

QR Code Indonesia Akan Bisa Digunakan di Singapura dan Thailand

Bank Wakaf Mikro

Bank Wakaf Mikro Bakal Hadir di 8.000 Pesantren Jabar