Genjot Pertumbuhan Kredit! Ini Strategi Baru Bukopin

oleh
Pertumbuhan kredit

Pertumbuhan kredit dari PT Bank Bukopin Tbk yang merupakan anggota indeks Kompas100, di separuh tahun ini hanya mencapai 3 persen saja. Hal ini menunjukan bahwa peningkatan yang terjadi dari yoy bank hanya mencapai sepertiga saja dari yang ditargetkan, yakni 9 persen.

Menurut Direktur Bank Bukopin, lambatnya pertumbuhan kredit ini dikarenakan perseroan sedang adanya pengaturan ulang dari pihak perseroan. Semula perseroan menyasar segmen komersial untuk penyebaran kredit, dan sekarang menjadi ritel.

“Pihak kami telah melakukan komposisi ulang terhadap segmenteasi kredit,” jelasnya. “ Jika dulu menyasar segmen komersial, maka sekarang berpindah ke ritel.”

Jika dilihat sepanjang semester 1 ini, pertumbuhan ritel sedang mengalami peningkatan sebesar 10 persen, sedang untuk komersial tidak. Karena itu pertumbuhan kredit yang lambat juga terjadi. Sehingga tercatat pertumbuhan kredit secara nett terhitung tipis.

Namun begitu, pihak Bank Bukopin menjelaskan bahwa mereka tetap merasa puas dengan hasil yang telah dicapai. Karena strategi yang diambil sebelumnya dapat dikatakan berhasil. Dengan memindahkan strategi dengan menyasar ritel, dapat mendongkrak peroleh nilai pertumbuhan kredit. Apalagi komposisi ritel saat ini melebihi segmentasi komersial.

Menurutnya lagi, saat ini komposisi pertumbuhan kredit dari segmen ritel telah mencapai 65 persen. Ditargetkan, hal ini akan semakin meningkat hingga akhir tahun dan bisa mencapai 70 persen.
“Dulu komposisi untuk startegi pertumbuhan kredit adalah 60 persen komersial dan 40 persen ritel. Sekarang ritel bisa mencapai target lebih cepat,” lanjutnya.

Perubahan Strategi Pertumbuhan Kredit

Perubahan core bussiess yang dilakukan perseroan, juga dilakukan guna mengembangkan layanan perbankan digital yakni Bukopin Wokee. Menurut Direktur Konsumer Bank Bukopin Rivan A.
Purwantono, pengguna aplikasi digital ini sudah mencapai 90.000 orang dan turut menyumbangkan transaksi yang signifikan.

“Tahun ini, target pengguna Bukopin Wokee adalah 100.000 orang. Saat ini, Wokee lebih banyak digunakan untuk payment dan nominalnya pun cukup besar. Untuk pembayaran listrik saja, telah mencapai angka Rp4 triliun,” kata Purwantono.

Kedepannya diharapkan, Wokee dapat mengakuisisi nasabah baru, sehingga akan menambah Dana Pihak Ketiga (DPK). Tujuan utamanya adalah agar dapat menghimpun dana murah atau current account and saving account (CASA).

Target yang ingin dicapai dengan Bukopin Wokee ini, DPK akan mampu mencapai angka 15 persen, sehingga dapat mengangkat pertumbuhan kredit juga nantinya. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *