in , ,

Hadapi Krisis! Ini Resep dari Dirut BNI

Hadapi krisis

WARTABANK.COM, Jakarta – Hadapi krisis dengan beragam strategi menjadi salah satu upaya yang dilakukan perbankan guna menjaga kinerjanya agar tetap terjaga.

Salah satunya dilakukan BNI, yang berhasil menjaga kinerjanya meskipun kondisi perekonomian yang negatif imbas Covid-19.

Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar membeberkan bahwa transformasi yang dilakukan BNI semakin membawa bank pelat merah ini berperan di tingkat global.

Menurut Royke yang juga mantan bankir Bank Mandiri ini, strategi transformasi menjadi vital demi penyesuaian terhadap tantangan hadapi krisis yang ada selama pandemi.

Transformasi BNI mampu berjalan dengan baik berkat peran dari BNI Hi-Movers yang senantiasa berinovasi dalam menghadirkan layanan kepada para nasabah.

“Bukan saja dari internal, namun peran nasabah tentu juga menjadi faktor penting agar bank menjadi sehat. Peran BNI Hi-movers dan nasabah yang solid menjadi kunci dalam pemulihan ekonomi Indonesia terutama dalam hadapi krisis,” jelas Royke.

Kinerja positif yang berhasil dilesatkan BNI pada triwulan III 2020, imbuh Royke, tentunya menjadi modal penting daalam menapaki bisnis di tahun 2021.

Seperti diketahui bahwa bank berlogo 46 ini pada triwulan III 2020 berhasil mencetak laba bersih Rp4,32 triliun dengan total aset yang tumbuh 12,5 persen.

Catatan tersebut juga didukung oleh pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) yang naik 21,4% menjadi Rp705,1 triliun.

Atas dasar DPK yang tumbuh itu, BNI dirasakan memiliki fondasi yang kuat untuk menyalurkan kredit meskipun harus tetap hadapi krisis di tengah situasi ekonomi nasional yang penuh ketidakpastian.

Sebagai catatan bahwa penyaluran kredit BNI pada triwulan III 2020 berhasil tumbuh 4,2 persen.

Royke mengatakan bahwa BNI hadapi krisis namun tetap mengutamakan pertumbuhan yang berkualitas dengan tetap concern dalam perbaikan kualitas aset.

“Melakukan identifikasi sektor-sektor mana saja yang dianggap tepat untuk ekspansi kredit serta melakukan assessment secara komprehensif,” tutup Royke. []

Chriestian

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

utang Indonesia

SEBERAPA PARAH SIH UTANG INDONESIA? SIMAK 6 FAKTA BERIKUT!

Fintech lending

AWAS FINTECH ABAL-ABAL! KENALI BIAR GAK KETIPU