Industri Perbankan: OJK Gandeng Bank Indonesia untuk Pertumbuhan Kredit

oleh
Industri perbankan

Industri perbankan akan menjadi perhatian utama dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). OJK menyatakan bahwa akan terus memperhatikan secara saksama berkenaan dengan pendanaan industri perbankan. Hal ini berkaitan dengan kemampuan untuk menghadapi tren pengetatan likuiditas. Dalam hal ini, pendanaan industri perbankan, masih menjadi pekerjaan rumah bagi perbankan agar dapat melakukan peningkatan kinerja.

Kegiatan pengetatan likuiditas industri perbankan tersebut disampaikan oleh Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK—Heru Kristiyana. Hal tersebut ia sampaikan setelah menghadiri kegiatan peresmian pembangunan Indonesia Financial Center di SCBD, Jakarta. Masih menurut Heru Kristiyana, kegiatan yang berkenaan dengan pengetatan likuiditas itu, tergolong penting untuk proses penyaluran kredit dari perbankan.

Heru menyatakan bahwa, menjadi langkah yang tepat untuk melakukan peningkatan kewaspadaan terhadap funding atau pendanaan. Tujuan utama dari kegiatan pengetatan likuiditas itu sendiri agar sistem pendanaan dapat bergerak dengan baik. Selain itu proses pelonggaran likuiditas harus dapat tetap mendukung keberlangsungan pertumbuhan kredit dalam industri perbankan.

Masih menurut Heru, pihak OJK akan terus melakukan kerja sama dengan menggandeng Bank Indonesia serta Kementerian Keuangan. Proses kerja sama ini diharapkan mampu menumbuhkan kenaikan angka penyaluran kredit yang sesuai dengan Rencana Bisnis Bank (RBB) dalam industri perbankan.

Heru menambahkan bahwa perencanaan di bidang industri perbankan ini memperhatikan secara saksama rencana bisnis yang telah ditetapkan. Misalnya dengan cara menerbitkan obligasi dan berbagai langkah rencana bisnis lainnya.

Dalam proses pembentukannya wajib untuk melihat kesesuaian langkah dengan Rencana Bisnis Bank yang didasarkan pada kurun waktu kuartal pertama. Kemudian tidak lupa pula untuk menyimak kemungkinan adanya revisi RBB, untuk melihat hasil pencapaian yang dilakukan dalam kegiatan industri perbankan tersebut.

Heru Kristiyana memberikan penilaian bahwa proses pertumbuhan kredit perbankan, masih tergolong memenuhi target yang ditetapkan oleh Bank Indonesia (BI). Dan tentunya, juga masih masuk ke dalam track yang hendak dicapai oleh OJK sendiri.

Bahkan, pihak Bank Indonesia telah memprediksi bahwa adanya kemungkinan kenaikan kredit berkisar 10%-12% di akhir tahun. Sedangkan OJK memprediksi pertumbuhan kredit berkisar antara 11% hingga 13% di akhir tahun kuartal pertama.

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *