in , , , ,

Kebijakan Moneter Diproyeksikan Tetap Dipertahankan BI

Kebijakan moneter

Kebijakan moneter yang ketat diperkirakan akan tetap dipertahankan oleh Bank Indonesia (BI) di tahun ini. Bank sentral diprediksi akan menaikkan suku bunga satu kali pada tahun ini sebesar 25 basispoin, tepatnya di kuartal ketiga.

Menurut laporan terbaru Economic Insight: South-East Asia oleh ICAEW, rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) turun 10% antara akhir kuartal I 2018 dan akhir Oktober 2018, saat dolar AS menguat dan ada tekanan terhadap perkembangan sejumlah pasar valuta asing.

Dalam menghadapi pelemahan rupiah, termasuk defisit transaksi berjalan yang lebih luas, BI berusaha mendukung rupiah dan membatasi ketidakseimbangan eksternal Indonesia dengan dengan kenaikan 175 basispoin dari kenaikan suku bunga sejak Mei 2018.

Dengan ekspektasi bank sentral AS Federal Reserve melanjutkan pengetatan kebijakan moneter AS di akhir tahun ini, kepemilikan asing yang tinggi atas obligasi Indonesia, yakni hampir 40%, bisa menyebabkan rupiah kembali rentan terhadap perubahan sentimen investor. Tingkat kebijakan BI berpotensi naik sepanjang tahun ini, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat dibandingkan tahun 2018.

Baca Juga: Inilah Syarat dan Lokasi Rumah Subsidi

Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan menurun menjadi 5% pada tahun 2019 dari 5,2% pada tahun 2018, akibat melambatnya pertumbuhan ekspor neto.

Hal yang sama terjadi pula dengan pertumbuhan ekonomi di seluruh kawasan Asia Tenggara yang diperkirakan sedikit menurun menjadi 4,8% tahun ini dari 5,1% pada tahun 2018. Hal itu dipicu berkurangnya pertumbuhan ekspor saat proteksi perdagangan menjadi lebih ketat dan melemahnya permintaan impor Tiongkok.

Sebagian besar perekonomian memulai tahun ini dengan catatan yang kurang signifikan, karena lemahnya aktivitas ekonomi global pada akhir tahun 2018. Merosotnya momentum dalam ekspor bersifat global, dan hanya Malaysia yang memiliki catatan pertumbuhan tahunan yang positif.

Sebagai catatan positif, permintaan domestik diharapkan dapat memberikan bantuan saat prospek ekspor menjadi lebih sulit, bersama kebijakan makro yang akomodatif. Sebagian besar bank sentral mungkin akan mempertahankan kebijakan suku bunga tidak berubah hingga paruh kedua tahun 2019, saat meredanya tekanan inflasi.

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

UnionSPACE

UnionSPACE dan DBS Berkolaborasi Dorong Startup Digital

Akuisisi

Akuisisi Bank Besar, Akankah Berpengaruh pada Perekonomian Indonesia?