in , , , ,

Kenaikan Gaji PNS, Angin Segar di Tengah Ketidakpastian Ekonomi

kenaikan gaji PNS

Kementerian Keuangan Indonesia, pada Selasa, 20 Maret mengumumkan bahwa mereka telah menyiapkan RP2,66 triliun rupiah untuk kenaikan gaji PNS, Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan Polisi Republik Indonesia.

Hal di atas, disebutkan tepat 1 minggu setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan Peraturan Pemerintah terbaru tentang kenaikan gaji pegawai negeri. PP tersebut, yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedelapan Belas Atas Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1977 tentang Peraturan Gaji Pegawai Negeri Sipil.

Menurut Sri Mulyani, Menteri Keuangan Republik Indonesia, kenaikan gaji telah dianggarkan dalam Undang-Undang Anggaran Perbelanjaan Negara Tahun 2019. Ini artinya, kenaikan gaji dihitung mulai 1 Januari 2019. Lebih lanjut, Sri Mulyani menyebutkan bahwa kenaikan gaji tersebut akan diterima rapel dan digabungkan dengan gaji yang diterima awal April 2019.

Baca Juga: Akuisisi Bank Besar, Akankah Berpengaruh Pada Perekonomian Indonesia

Kenaikan gaji PNS saat ini masih dalam proses. Kementerian Keuangan RI masih menghitung besar kenaikan yang harus dikeluarkan dengan menghitung jumlah masing-masing pegawai di kementerian dan lembaga negara. Setelah dihitung, tambahan kenaikan gaji yang dirapel akan diproses melalui masing-masing satuan kerja.

Sementara itu, untuk pegawai negeri yang berada di daerah, misalnya pegawai pemerintah daerah dan guru, Kementerian telah menyalurkan besaran kenaikan gaji untuk PNS tersebut melalui Dana Alokasi Umum. Dana ini telah dinaikkan menjadi Rp417,9 triliun dari Rp401, 49 triliun.

Dana Alokasi Umum yang telah dialokasikan sudah termasuk persiapan pemberian THR sebelum libur lebaran tiba, yang jatuh bulan Juni 2019 dan gaji ketiga belas yang dijadwalkan seperti biasa, setiap bulan Juli.

Sebagai ilustrasi kenaikan gaji disebutkan bahwa gaji golongan IA dengan masa kerja 0 tahun (paling rendah) menjadi 1,56 juta dari 1,49 juta. Sementara gaji tertinggi, yaitu golongan IV/2 dengan masa kerja lebih dari 30 tahun menjadi 5,90 juta dari 5,62 juta sebelumnya. Besar kenaikan gaji PNS di semua tingkatan adalah 5 persen.

Deputi Bidang Ekonomi Makro Kementerian Perekonomian Iskandar Simorangkir, berharap kenaikan gaji PNS ini dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Yang selanjutnya akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya di kuartal kedua. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Akuisisi

Akuisisi Bank Besar, Akankah Berpengaruh pada Perekonomian Indonesia?

Wajib Pajak

Wajib Pajak Jadi Peran Penting Pembangunan