in ,

Keuangan Digital Mulai Dominasi Bisnis Bank BUMN!

Keuangan digital

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Keuangan digital dipastikan akan mendominasi bisni perbankan dan menggeser transaksi konvensional.

Perubahan perilaku para nasabah ini terus meningkat dalam beberapa waktu terakhir, dan melonjak di masa pandemi.

Hal ini pun sudah diprediksi oleh sejumlah bank BUMN yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Menurut Sekretaris Perusahaan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Aestika Oryza Gunarto, pandemi yang terjadi menjadi akselerator keuangan digital menjadi semakin cepat.

Akibatnya, keberadaan dan fungsi kantor cabang bank juga akan semakin berkurang dan digantikan transaksi online.

Hal itu pun terjadi pada Bank BRI yang saat ini telah menutup ratusan outlet atau kantor cabang di berbagai daerah.

“Jumlah outlet kami sebelumnya mencapai total sebanyak 9.582 kantor. Sekarang menjadi 9.241 kantor, jadi ada penutupan 341 unit,” ungkapnya.

Sedangkan outlet ATM dan CRM, meningkat tipis jadi 22.689 unit dari sebelumnya 22.476 unit.

Namun dengan peralihan gaya bertransaksi, masyarakat juga lebih dominan menggunakan internet banking dibandingkan ke ATM.

“Maka ke depan kamai akan fokus pada layanan keuangan digital. Salah satunya dengan pengembangan jaringan pada Agen BRILink. Dari Januari sampai Juni tahun ini, transaksi di Agen BRILink sudah mencapai 414 triliun,” tutupnya.

Keuangan Digital Banyak Kemudahan

Hal senada disampaikan Sekretaris Perusahaan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Mucharom.

Menurutnya, masa pandemi mengubah banyak aktivitas masyarakat, termasuk bekerja dari rumah dan membuat transaksi keuangan digital terus meningkat.

Nasabah mulai merasakan kemudahan dengan bertransaksi secara online. Maka kami pun terus mempercepat transformasi layanan keuangan digital BNI,” jelasnya.

Menurutnya, BNI sudah menerapkan komposisi hingga 98 persen transaksi melalui kanal elektronik untuk memenuhi kebutuhan nasabah.

Namun saat ini transaksi di ATM masih menjadi pilihan paling banyak digunakan, yaitu mencapai 40 persen dari total transaksi di Bank BNI.

“Kami yakin bahwa tidak akan lama lagi, sistem keuangan digital melalui mobile banking akan mendominasi. Karena sesuai kebutuhan nasabah yang lebih praktis dan nyaman,” ucapnya.

Di sisi lain, nasabah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk justru mulai meninggalkan transaksi di ATM.

Hal itu tampak dari data pada Kuartal I 2021 yang tercatat ada penurunan nilai transaksi ATM Mandiri dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Nilai transaksi ATM hanya Rp200 triliun, sementara nilai transaksi pada aplikasi sudah mencapai Rp341 triliun.

“Jadi nilai transaksi di Mandiri memang sudah didominasi sistem digital. Salah satu faktor yang mempercepat itu karena pandemi. Masyarakat yang dianjurkan untuk tetap di rumah jadinya membangun pola yang baru,” ungkap Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan.

Meski saat ini nilai transaksi ATM Mandiri mengalami penurunan, Panji memastikan perseroan akan tetap menyediakan layanan ATM yang baik.

Salah satunya dengan mengupgrade sekitar 5.000 unit mesin ATM yang sudah tua dan diganti dengan mesin-mesin baru dengan performa terbaik. []

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Aset BRI

Aset BRI Naik Hingga Rp1.515 Triliun

Transaksi digital

Transaksi Digital BRI Meningkat Drastis