Kinerja Bank Muamalat Semakin Memburuk

oleh
Kinerja Bank Muamalat

Kinerja Bank Muamalat Indonesia, sebagai bank syariah pertama di Indonesia diketahui semakin memburuk. Kinerja yang memburuk tersebut ditandai dengan laba bersih yang terus anjlok di akhir semester I tahun 2019. Sementara rasio pembiayaan bermasalah Bank Muamalat juga kian banyak.

Kinerja Bank Muamalat yang semakin memburuk diketahui berdasarkan laporan keuangan bank yang diterbitkan Senin lalu. Bank ini hanya mampu mencapai laba bersih sebesar Rp5,08 miliar selama 6 bulan pertama tahun 2019. Hasil yang turun sebanyak 95 peren dari pencapaian di periode sama tahun 2018, yaitu Rp103,7 miliar.

Turunnya pencapaian laba bersih sejalan dengan penurunan pendapatan penyaluran dana, yakni sebesar 24,7 persen. Sebelumnya penyaluran dana Rp1,78 triliun di periode I tahun 2018 kini menjadi Rp1,34 triliun. Namun, sementara ini bagi hasil untuk pemilik dana investasi masih cenderung stabil, yaitu sekitar Rp1,13 trliun.

Tidak hanya laba bersih, kinerja Bank Muamalat yang memburuk juga ditandai oleh pembiayaan bank yang melambat. Sampai akhir Juni 2019, total pembiayaan Bank Muamalat hanya mencapai Rp15,70 triliun. Pembiayaan tersebut terdiri dari Mudharabah Rp461 miliar dan Musyarakah Rp15,24 triliun.

Padahal di tahun sebelumnya, di periode yang sama bank mencapai total pembiayaan sebesar Rp17,68 triliun. Pencapaian tersebut merupakan Musharabah Rp548 miliar dan Musyarakah Rp17,13 triliun. Pencapaian pembiayaan bank terjun sebanyak 10,7 persen year of year.

Dengan demikian, total aset Bank Muamalat juga menurun. Kinerja Bank Muamalat menunjukkan total aset yang dimiliki per Juni 2019 adalah Rp54,47 triliun atau turun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 55,18 triliun. Kualitas aset Bank semakin memburuk dengan meningkatnya non performing financing (NPF).

Kinerja Bank Muamalat bila dilihat dari NPF gross memang membengkak, yang berarti kualitas menurun. Pada bulan Juni 2018 NPF hanya 1,65 persen dan Juni 2019 mencapai 5,41 persen. NPF net juga meningkat cukup tajam dari 0,88 persen menjadi 4,53 persen di tahun 2019 ini. NPF net tersebut bahkan hampir mencapai ambang batas normal OJK, yakni 5 persen. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *