in , , ,

Korban Jiwasraya! Uang Bos Samsung Raib Miliaran

Korban Jiwasraya

WARTABANK.COM, Jakarta – Korban Jiwasraya terus menuntut perusahaan asuransi pelat merah itu agar segera mengembalikan dana investasinya. Seperti diketahui bahwa Jiwasraya tengah terbelit masalah yang runyam menyusul investasi saham gorengan yang pada akhirnya menyebabkan gagal bayar kepada nasabah.

Baru-baru ini teridentifikasi sebanyak 474 warga Korea Selatan sebagai korban Jiwasraya yang menetap di Indonesia mengaku belum menerima pembayaran dari perusahaan BUMN tersebut.

Salah satu nasabah korban Jiwasraya tersebut adalah Lee Kang Hyun yang menjabat sebagai Vice President Samsung Electronic Indonesia. Lee mengaku telah menggelontorkan dan investasi yang jumlahnya tidak sedikit. Adapun jumlah dana yang diinvestasikan Lee pada produk JS Saving Plan Jiwasraya sejak 2017 silam mencapai Rp16 miliar.

“Saya membeli produk Jiwasraya melalui Hana Bank yang pada waktu itu disebut deposito dan secara otomatis ikut program ini. Di sisi lain kami tidak mengetahui jika produk tersebut merupakan produk asuransi bancassurance,” beber Lee di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (4/12).

Sialnya, lanjut Lee, usai jatuh tempo pada 6 Oktober 2018 silam, klaim polis tersebut tidak bisa cair. Hal ini dikarenakan kesulitan likuiditas sehingga tidak ada kepastian kapan polis itu bisa dibayarkan keapda para nasabah.

“Ketika pembayarannya macet, saya tidak berpikir serius. Tapi setelah beberapa bulan, Jiwasraya cuma setor satu kali untuk polis yang nilainya di bawah Rp1 miliar yaitu tanggal 6 Oktober 2018,” ujar Lee.

Setahun kemudian, tidak ada kepastian dari Jiwasraya maupun Kementerian BUMN sebagai pemilik saham perusahaan asuransi tersebut.

Korban Jiwasraya Tidak Ada Kejelasan

Bahkan sebelumnya Lee sempat berkeluh kesah soal ini kepada Rini M Soemarno yang pada waktu itu menjabat sebegai Menteri BUMN.

Melalui Tiko Wirjoatmodjo Direktur Utama Bank Mandiri pada waktu itu, mengatakan bahwa pembayaran polis baru bisa diselesaikan 2-3 tahun kemudian.

Lee menambahkan banyak warga Korea Selatan yang menjadi korban Jiwasraya adalah dari kaum ibu-ibu yang membutuhkan dana itu untuk kepentingan rumah tangga sehari-hari.

Persoalan warga Korea Selatan yang menjadi korban Jiwasraya tersebut pun pernah dibahas oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Parlemen Korea Selatan.

Namun mereka (parlemen Korsel) dinilai tidak punya kewenangan hanya bisa mengirim surat resmi ke pemerintah Indonesia. Tetapi surat yang dikirim ke Kementerian BUMN dan OJK itu tidak ada tindaklanjutnya hingga saat ini.

“Menjadi lucu ketika korban Jiwasraya dari Indonesia tidak diberikan kejelasan soal ini dan ketika diajak bicara selalu ditolak. Mereka mengatakan kalau suara orang asing lebih mudah didengar oleh pemerintah,” pungkas Lee. []

Chriestian

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Produk Arrum

Produk Arrum Safar Pegadaian Dimatangkan

Pinjaman

Pinjaman Online CERIA! Simak Syarat dan Kemudahannya