Kredit Bermasalah Menghantui Kinerja BPD

oleh
Kredit Bermasalah BPD

Bank Pembangunan Daerah (BPD) saat ini dihantui oleh kredit bermasalah, dimana pada segmen kredit produktif dianggap sebagai biang kerok terjadinya kredit bermasalah (NPL) yang melambung tinggi.

Per April 2018, BPD mencatat rasio NPL telah mencapai 3,35. Meskipun mengalami perbaikan dibanding periode sama tahun sebelumnya, kredit bermasalah pada BPD dinilai yang tertinggi dibandingkan pada bank secara umum yang berada pada kisaran 2,79%.

Sebut saja Bank Sumut yang per Juni 2018 lalu mencatat gross 5,05%. Menurut Direktur Utama Bank Sumut, Edie Rizliyanto, rasio kredit bermasalah tersebut banyak bersumber dari kredit produktif.

Namun, lanjutnya, Bank Sumut pada akhir tahun ini akan berupaya menekan ke level 3,6% dengan mempercepat proses penyelesaian restrukturisasi kredit.

Hal serupa dialami oleh Bank Banten, dimana rasio kredit Bank Banten ikut melambung. Hal ini disebabkan oleh NPL yang bersumber pada kredit di sektor UMKM.

Direktur Utama Bank Banten, Fahmi Mahesa menyebut bahwa pihaknya akan terus memangkas NPL dengan berupaya melakukan penagihan secara intensif, melakukan restrukturisasi kredit serta melakukan lelang agunan melalui Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

Demikian juga dialami oleh bank jatim.

Direktur Keuangan bank jatim, Ferdian Satyagraha mengatakan bahwa per Mei 2018 bank jatim mencatat NPL sebesar 4,83%. Lebih lanjut Ferdian mengatakan pihaknya akan terus memangkas ke level 4,35% di akhir tahun ini.

“Penyebab NPL naik adalah kredit korporasi,” ujarnya.

Untuk bisa menekan level , jelas Ferdian, ke depannya bank jatim akan mengubah segmentasi kredit dan lebih selektif dalam melakukan penyaluran pada sektor korporasi. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *