Kredit Konstruksi Meningkat Signifikan Di Awal 2019

oleh
Kredit konstruksi

Kredit konstruksi ternyata tidak terpengaruh pada tingginya suhu perpolitikan Indonesia akhir-akhir ini. Walaupun suasana menjelang Pilpres dan pemilu legislatif sedikit banyak mempengaruhi ekonomi makro Indonesia, namun sektor konstruksi dan investasi nya tanya masih bergairah. Hal ini bisa dilihat dari peningkatan yang cukup tinggi di awal tahun 2019 ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia per Februari 2019, baik kredit konstruksi modal kerja maupun investasi, meningkat dua digit. Menurut catatan Bank Indonesia, kredit konstruksi investasi meningkat hingga 47,8% secara year on year. Dengan capaian Rp.105.7 triliun per Februari 2019. Sedangkan kredit modal kerja mencatat peningkatan lebih kecil, sekitar 21,4% atau senilai Rp211,6 triliun.

Peningkatan penyerapan kredit konstruksi sangat signifikan pada bank-bank pemerintah. Bank Mandiri misalnya, mencatatkan total outstanding investment credit per Februari 2019 sebesar Rp129,9 triliun, meningkat 68% dari periode Februari 2018. Penyaluran kredit ini lebih banyak ke bidang infrastruktur BUMN dan swasta, seperti jalan tol, proyek bandara, dan pelabuhan, serta sektor migas.

Bentuknya sendiri berupa project finance, capital expenditure, dan modal kerja. Bank Mandiri menargetkan kredit investasi akan meningkat lagi tahun ini hingga dua digit.

Sementara di Bank BTN, penyerapan kredit konstruksi hanya naik sedikit, sebesar 8,96%. Padahal tahun lalu mencapai angka 10%. Hal ini bisa dipahami karena BTN berfokus pada kredit di sektor perumahan. Sementara target BTN sendiri adalah 33% hingga akhir 2019 ini, dimana pencapaian pada Februari tahun lalu menyentuh angka 29%.

Pencapaian tertinggi diraih oleh Bank Negara Indonesia. Pada kuartal 1 2019, kredit konstruksi di BNI meningkat dua digit. Dengan target pertumbuhan 13-15%, hingga akhir 2019. BNI optimis dapat meraih target tersebut, karena sektor konstruksi adalah sektor unggulan di BNI. Sektor ini menyumbang angka 6,25% dari total portofolio BNI.

Peningkatan penyerapan kredit konstruksi ini dapat dikatakan cukup baik, jika dikonversikan dengan pertumbuhan perekonomian Indonesia saat ini. Proyek konstruksi di beberapa tempat yang masih berlangsung diharapkan dapat menyerap lebih banyak lagi hingga berpengaruh pada perekonomian makro Indonesia. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *