in ,

Kredit Korporasi ke Perusahaan Terbuka Kian Meningkat

Kredit korporasi

WARTABANK.COM, Jakarta – Kredit korporasi dari perbankan Indonesia kepada perusahaan terbuka semakin meningkat.

Perusahaan terbuka yang dimaksud yaitu yang telah melantai dan menawarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sejumlah perbankan pun mengucurkan kredit korporasi dalam jumlah besar, seperti yang dilakukan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mengucurkan kredit Rp2 triliun pada PT Indonesia Infrastructure Finance.

Kredit dari Mandiri ini dilakukan dengan skema term loan ini yang akan digunakan untuk memenuhi pembiayaan infrastruktur untuk jangka waktu 4 tahun.

Rohan Hafas selaku Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri mengatakan pendanaan ini adalah bentuk dukungan perseroan dalam pembangunan proyek-proyek di Indonesia.

“Perjanjian kredit ini juga merupakan bentuk komitmen kami dalam memperkuat pembangunan infrastruktur nasional namun tetap memperhatikan aspek sosial dan lingkungan,” ujar Rohan, pekan lalu.

Hingga September 2021, menyalurkan kredit korporasi ke sektor berkelanjutan dari Bank Mandiri sudah tembus Rp187 triliun.

Jumlah itu naik 23 persen dari total kredit yang disalurkan bank BUMN tersebut, sementara pertumbuhan tertinggi terjadi di sektor energi terbarukan (EBT) yang naik 108,43 persen.

Sementara PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, juga mengucurkan kredit korporasi senilai Rp4,70 triliun sepanjang tahun 2021.

Emiten bank bersandi BBTN ini menyalurkan kreditnya ke berbagai segmen, seperti infrastruktur, high rise building, dan rumah tapak

Kredit Korporasi BCA

Kemudian PT Bank Central Asia Tbk juga mengucurkan kredit korporasi Rp160 miliar dan US$10 juta kepada perusahaan teknologi, PT Galva Technologies.

Adapun total kredit BCA kepada perusahaan terbuka tercatat senilai Rp251,99 triliun pada kuartal III tahun ini yang jumlahnya naik 7,1 persen secara tahunan.

Penyaluran kredit dari emiten bank dengan sandi BBCA ini fokus pada beberapa sektor, seperti manufaktur, trading, dan business services, transportasi, agrikultur, dan konstruksi.

Dengan meningkatnya kredit ke perusahaan terbuka, diharapkan dapat menjadi pengungkit kinerja perbankan hingga akhir tahun 2021.

Wimboh Santoso selaku Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membenarkan bahwa sepanjang tahun ini kredit dari perbankan terus bertumbuh.

Bahkan ditargetkan hingga akhir tahun ini pertumbuhan kredit perbankan bisa mencapai 5 persen secara tahunan (yoy).

Selain itu, total kredit yang direstrukturisasi sepanjang tahun ini juga menurun, dari Rp900 triliun di tahun 2020 menjadi Rp738 triliun di tahun ini.

Kemudian kondisi atau rasio kredit bermasalah (NPL) juga mengalami penurunan dari 3,24 persen menjadi 3,22 persen. []

Written by Gunadi Witjaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Layanan IT

Layanan IT Bank Mandiri, CAPEX Rp2 Triliun di 2022

Kerugian Bank Raya

Kerugian Bank Raya Capai Rp1,85 Triliun