in , ,

Kredit Modal Kerja BNI Ditargetkan Tumbuh Dua Digit

Kredit Modal Kerja

Kredit Modal Kerja diproyeksikan akan semakin deras permintaannya pada tahun ini. Perbankan pun mematok pertumbuhan dua digit pada segmen kredit ini.

Proyeksi perbankan akan pertumbuhan pada sektor ini merupakan refleksi dari peredaaran uang Bank Indonesia (BI) per November 2018 dimana Kredit Modal Kerja berkontribusi sebesar 46,72 persen dari total kredit perbankan yang sebesar Rp5,185,5 triliun.

Baca Juga: Kredit Agribisnis BRI Terus Didorong

Sampai dengan periode November 2018 dari sisi pertumbuhan Kredit Modal Kerja tercatat memiliki pertumbuhan tertinggi yaitu sebesar 13,6 persen (year on year) atau menjadi Rp2,2422 triliun.

Kemudian diikuti oleh pertumbuhan pada kredit konsumsi dan kredit investasi yang masing-masing tumbuh 11,1 persen atau menjadi Rp1,504 triliun dan 9,4 persen menjadi Rp1,258 triliun.

Bercermin kinerja di atas maka perbankan sangat optimis akan pertumbuhan di tahun ini. Sebut saja BNI yang mematok pertumbuhan mencapai 12-14 persen di tahun ini.

Menurut Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta pihaknya tetap akan mempertahankan kualitas penyaluran kredit meskipun BNI menargetkan pertumbuhan yang mencapai dua digit pada segmen Kredit Modal Kerja.

“Kami harap kondisi ekonomi global akan mereda dan stabil begitu juga dengan kondisi perekonomian dalam negeri di jelang momentum pemilu kami harap akan berjalan dengan baik sehingga kinerja industri berjalan dengan baik,” ujarnya.

PELUANG KREDIT MODAL KERJA

Lebih lanjut Herry mengatakan jika dalam rangka pemilu dan hari raya yang berdekatan akan menjadi peluang bagi Kredit Modal Kerja. BNI, imbuhnya, akan memanfaatkan momentum tersebut serta mengantisipasi tantangan tersebut untuk penyaluran yang sesuai dengan kebutuhan debitur.

Baca Juga: Industri Asuransi Jiwa Menggeliat di 2019

Sepanjang tahun 2018 bank berkode saham BBRI tersebut mencatat pertumbuhan kinerja Kredit Modal Kerja yang positif atau mencapai 18,4 persen. Pertumbuhan tersebut didorong oleh sektor perindustrian, perdagangan, hotel, restoran serta sektor pertambangan.

“Torehan positif kinerja tersebut tentunya diikuti juga dengan kualitas penyaluran yang membaik dimana rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan / NPL) pada periode Desember 2017 mengalami perbaikan sebesar 3 persen atau menjadi 2,3 persen,” tutup Herry. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kredit Agribisnis

Kredit Agribisnis BRI Terus Didorong

KPR BTN

KPR BTN Tersalurkan 757.093 Unit di 2018