Potensi & Target Pertumbuhan Kredit Perbankan 2018

oleh
Kredit Bisnis

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) memproyeksikan penyaluran kredit perbankan akan tumbuh positif sepanjang tahun 2018. OJK mencatat, rata-rata target kredit yang diajukan perbankan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) tahun ini mencapai 12,23 persen. Target tersebut berada di atas perkiraaan OJK sebesar 10-12 persen. Di sisi lain, industri perbankan juga mematok target pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 11,16 persen.

Menurut Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, intermediasi perbankan pada tahun lalu mengalami pertumbuhan. Penyaluran kredit perbankan hingga Desember 2017 tumbuh 8,35 persen (yoy) menjadi Rp4.782 triliun, sedangkan DPK tumbuh 9,05 persen (yoy) menjadi Rp5.289 triliun.

“Dengan target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang ditetapkan Pemerintah di tahun 2018, OJK memperkirakan kredit dan DPK perbankan berpotensi untuk tumbuh di kisaran 10-12 persen,” ujar Wimboh.

Baca Juga : Stabilitas Sistem Keuangan Terus Membaik

Optimisme untuk memacu pertumbuhan kredit, menurut Wimboh, diperlihatkan industri perbankan dalam target-target Rencana Bisnis Bank (RBB) yang dipatok pada tahun ini. Rata-rata pertumbuhan kredit dipatok sebesar 12,23 persen dan DPK sebesar 11,16 persen.

“Kuatnya permodalan, ketersediaan likuiditas yang memadai, serta terkendalinya tingkat risiko memberikan landasan yang kuat bagi sektor jasa keuangan untuk lebih proaktif dalam menyediakan sumber pendanaan untuk mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian domestik,” terang Wimboh.

Wimboh menyebut, permodalan perbankan hingga Desember 2017 terpantau kuat. Rasio kecukupan modal (Capital to Adequacy Ratio/CAR) tercatat sebesar 23,36 persen. Kondisi likuiditas perbankan juga memadai, terlihat dari rasio Alat Likuid per Non-Core Deposit (AL/NCD) perbankan tercatat sebesar 90,48 persen.

Baca Juga : Jokowi: Perbankan Harus Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Berkualitas Melalui Kredit UMKM

Kondisi tersebut juga didukung tingkat risiko kredit yang terkendali dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross sebesar 2,59 persen dan NPL net 1,11 persen. NPL perbankan pun diyakini bakal mengalami tren penurunan.

TUMBUH DI ATAS 10%
Sementara itu Bank Indonesia menyatakan pertumbuhan kredit sepanjang 2017 tercatat sebesar 8,1 persen (yoy). Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo, mengatakan hal yang luar biasa terjadi pada pembiayaan pasar modal yang mengalami peningkatan luar biasa. Sehingga kalau dijumlahkan dengan pembiayaan perbankan jauh lebih besar. Angka hampir sekitar 11 persen karena pertumbuhan pembiayaan pasar modal di atas 35 persen.

“Desember paling banyak kredit konsumsi dan modal kerja,” ujar Agus.

Tentang Penulis: wartabank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

2 thoughts on “Potensi & Target Pertumbuhan Kredit Perbankan 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *