Kredit Sindikasi Menjadi Faktor Penopang Pertumbuhan Kredit 2018

oleh

Berdasarkan laporan keuangan yang mengacu terhadap 10 bank besar di Bursa Efek Indonesia (BEI), tercatat realisasi kredit sindikasi perbankan pada Kuartal I/2018 mengalami kenaikan mencapai 8,45% year on year (y-o-y). atau menjadi Rp203 Triliun.

Atas indikator tersebut maka segmen kredit sindikasi diproyeksikan akan menjadi salah satu faktor penopang atas pertumbuhan kredit perbankan di tahun ini. Seperti diketahui bahwa Bank Indonesia (BI) mematok pertumbuhan kredit tahun ini mencapai sebesar 12%.

Terkait hal tersebut Direktur Bisnis Banking CIMB Niaga Frans Alimhamzah mengungkapkan bahwa sektor perkebunan dan infrastruktur merupakan faktor yang menopang pertumbuhan kredit sindikasi perbankan di tahun ini. Menurutnya, berdasarkan laporan keuanga konsolidasi pada Kuartal I/2018, CIMB Niaga mencatat realisasi kredit sindikasi mencapai Rp9.45 Triliun atau tumbuh 36,5% (y-o-y).

CIMB Niaga sebagai leader pada segmen kredit sindikasi secara total berkontribusi sebesar 93%. Di sisi lain perbankan sebagai anggota partisipasi, porsi kredit bank adalah sebesar 1-50%.

Tidak hanya bank berskala besar saja! Perbankan dengan kelas menengah pun ikut mengalami pertumbuhan pada segmen kredit sindikasi. Sebagai contohnya yaitu PT Bank CCB Indonesia, Tbk yang membidik penyerapan kredit sindikasi baru mencapai US$100 juta atau Rp1.3 triliun (kurs Rp13.888 per dollar AS) di tahun ini.

Menurut Direktur Utama CCB Indonesia, You Wen Nan, pada tahun ini pihaknya akan lebih dominan bermain di segmen sindikasi. Ia menyebut sektor infrastruktur merupakan sektor yang sangat mempengaruhi pertumbuhan kredit sindikasi.

Seperti diketahui bahwa CCB Indonesia menyasar pada 3 segmen bisnis yaitu kredit sindikasi pembangkit listri, pengolahan air dan kredi untuk pabrik nikel yang berada di Surabaya.

Selain itu, lanjut You Wen Nan, CCB Indonesia juga akan mendukung rencana pemerintah tiongkok yang akan membangun jalur sutra baru di kawasan Asia. CCB Indonesia juga berencana menjajaki kredit sindikasi pada sektor migas.

Industri Migas potensinya masih sangat besar,” ujarnya. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *