in , ,

Kuartal III 2018 Kredit Bank Permata Tumbuh 15,3 Persen

Rencana akuisisi

Kinerja Kredit Bank Permata pada kuartal III tahun 2018 berhasil mencapai Rp107 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 15,3 persen  secara year on year dari periode sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp92.8 triliun.

Menurut Direktur Utama Bank Permata Ridha DM Wirakusumah, torehan tersebut didorong oleh semua sektor kredit Bank Permata, diantaranya kredit wholesale banking dan retai banking yang masing-masing mengalami pertumbuhan 17 persen dan 14 persen (y-o-y).

Lebih lanjut ia mengatakan pertumbuhan kredit yang positif juga diikuti oleh pendapatan bunga yang ikut meningkat sebesar 3 persen atau menjadi Rp4.2 triliun.

Sementara itu untuk pembiayaan unit usaha syarah juga mengalami pertumbuhan sebesar 29 persen atau menjadi Rp15.6 triliun

“pertumbuhan pembiayaan utamanya dari segmen consumer,” ujarnya.

Sementara itu pada kuartal III/2018, posisi net inters margin (NIM) bank Permata berada pada level 4,02 persen atau meningkat 3,94 persen. Menurutnya, di tengah suku bunga yang terus mengalami peningkatan, pihaknya secara hati-hati menjaga pertumbuhan dana agar pertumbuhan kredit pun tetap terjaga dengan seimbang.

Dari sisi dana pihak ketiga (DPK) Bank Permata juga mengalami pertumbuhan sebesar 5 persen terutama yang berasal dari pertumbuhan deposito yang sebesar 13 persen.

Selain itu, lanjut Rida, Loan to Deposit Ratio (LDR) juga meningkat sebesar 91 persen dibandingkan posisi September 2017 yang sebesar 83%.

Di sisi rasio kredit bermasalah atau NPL gross dan NPL net per September 2018 masing-masing tercatat sebesar 4,8% dan 1,7%. Sedangkan NPL coverage ratioyang terjaga di level 189% bulan September 2018.

Posisi permodalan Bank juga tetap kuat ditunjukkan dari rasio Common EquityTier 1 dan Capital Adequacy Ratio (CAR) masing-masing sebesar 17,1% dan 19,2% per September 2018, dibanding 15,6% dan 18,8% pada periode yang sama tahun lalu.

“Selain itu, Bank Permata terus meningkatkan kedisiplinan dalam pengelolaan biaya operasional sehingga dapat dijaga pada level yang relatif stabil di tengah tekanan inflasi dan berbagai investasi yang dilakukan. Hal ini menyebabkan Bank Permata dapat membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp 494 miliar pada akhir September 2018,” tutupnya. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kinerja Bank Danamon

Kinerja Bank Danamon Masih Stagnan

Kinerja bank bjb

Kinerja bank bjb Tumbuh di Tengah Sejumlah Tantangan Ekonomi