Laba BRI Tahun Ini Dibidik Tumbuh 12 Persen

oleh
Laba BRI

Laba BRI di tahun ini ditargetkan mampu tumbuh hingga 12 persen. Menurut Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto optimis jika laba perusahaan tahun ini bisa mencapai double digit.

‘Laba BRI di 2019 kami targetkan mampu tumbuh 10 persen hingga 12 persen. Kami optimis mampu mewujudkan target tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Syarat KUR BRI, Sangat Mudah

Lebih lanjut ia mengatakan jika bank berkode saham BBRI tersebut pada tahun 2018 berhasil mencetak laba sebesar Rp32,4 triliun. apabila berhasil mencapai target minimal 10 persen artinya proyeksi laba BRI di 2019 sebesar Rp36 triliun hingga Rp37 triliun.

Sementara itu Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengatakan jika dirinya sangat berharap tahun ini BRI bisa mendiversifikasikan pendapatan.

“Kami berharap pendapatan fee based income bisa lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga,” ujarnya.

Pada tahun 2018 laba BRI secara konsolidasi mencpai Rp32,4 triliun. laba BRI tersebut mengalami kenaikan sebesar 11,6 persen (year on year) dibandingkan laba BRi pada tahun 2017 yang hanya sebesar Rp29,04 triliun.

Laba BRI pada tahun lalu ditopang oleh pertumbuhan fee based income serta pendapatan operasional lain yang mengalami kenaikan sebesar 22,7 persen (yoy) menjadi Rp23,4 triliun dibandingkan torehan yang sama pada tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp19,1 triliun.

“Secara konsolidasi pendapatan bunga bersih BRI mencapai Rp77,6 triliun. jadi pendapatan bunga yang berhasil diraih yaitu Rp111 triliun dan membayar kewajiban bunga mencapai Rp34 triliun,” terangnya.

Sementara itu diakui Haru bahwa posisi NIM (nett interst margin) berada pada level 7,30 persen. Adapun nilai tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun 2017 yang berada di level 7,78 persen.

“Seiring efisiensi yang dilakukan maka secara natural NIM akan turun. Kami harap juga laba BRI dapat tumbuh sesuai target tahun ini,” ujarnya.

Baca Juga: tagihan IndiHoe Kini Bisa Diayar Di Bank Himbara

Penurunan NIM tersebut, sebut Haru, bukan disebabkan oleh industri perbankan yang mengalami perlambatan, namun lebih karena perbankan ingin mengantongi laba dari pendapatan non bunga.

“Tahun ini NIM BRI diproyeksikan akan berada di posisi 7,20 persen,” tutup Haru. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *