Likuiditas Bank Dipastikan Tetap Aman

oleh
Likuiditas bank

Likuiditas bank sempat menjadi isu yang hangat di kalangan perbankan belakangan ini. Pasalnya, bank dengan modal inti antara Rp5 trilun sampai Rp30 triliun dan masuk dalam kategori BUKU III mengalami penanjakan posisi loan to funding ratio (LFR) di awal kuartal III 2019. Berarti hal tersebut terjadi sekitar bulan Mei dan Juni 2019.

Meskipun demikian, dua Bank Buku III menyatakan likuiditas bank mereka masih aman. Hal ini mungkin dapat dijadikan acuan penilaian terhadap likuditas bank secara umum.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengawasi jalannnya usaha jasa keuangan di Indonesia menunjukkan bahwa total dana bank di Bank Indonesia (BI) sudah mencapai Rp723,39 triliun. Secara industri perbankan, jumlah tersebut naik 17,79 persen yoy. Sebaliknya, penempatan bank pada surat berharga mengalami penurunan dari Rp1.091,5 triliun menjadi Rp1.031,63 triliun pada April 2019 dibandingkan tahun sebelumnya.

Khusus untuk Bank BUKU III, berarti total dana di BI sudah mencapai Rp254,14 triliun atau mengalami pertumbuhan 18,34 persen. Sedangkan untuk penempatan surat berharga di BI menurun 5,48 persen menjadi Rp294,64 miliar dibandingkan April tahun 2018.

Likuiditas Bank Tetap Stabil

Likuiditas bank BUKU III diberitakan cukup stabil. Paling tidak hal ini dikemukakan oleh dua bank, yaitu Bank Mayapada Internasional dan Bank Daerah Jawa Timur.

Direktur Utama PT Bank Mayapada Internasional TBK, Hariyanto Tjahjarijadi menyebutkan bahwa, LFR bank yang dipimpinnya berada di sekitar angka 89 sampai 90 persen. Hal ini sudah sesuai dengan target Bank Mayapada yang berada di bawah 92 persen.

Meski terjadi penurunan penempatan surat berharga yang berada di BI, masih menurut Harijanto, pihaknya tidak melihat adanya risiko likuiditas bank. Semua aman hingga akhir 2019. Namun, untuk penguatan modal dan perluasan usaha, Bank Mayapada berencana menerbitkan saham baru (right issue) sebesar Rp2 triliun di kuartal III tahun 2019.

Di lain pihak, Pejabat Sementara Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim), Ferdian Timur Satyagraha mengakui bahwa, posisi LFR Bank Jatim belum ideal dan masih belum sesuai target. Namun, Ferdian juga menyebutkan, bahwa likuiditas bank yang dikelolanya juga aman.

Pendapat Ferdian didasari pada kebijakan BI yang sudah melonggarkan aturan giro wajib minimum (GWM) dari 6,5 persen menjadi 6 persen. Aturan yang menurut Ferdian akan membuat likuiditas pasar memperoleh suntikan baru. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *