Mandiri Utama Finance Incar Pembiayaan Kredit Rp8,1 Triliun

oleh
Mandiri Utama Finance

Mandiri Utama Finance targetkan pembiayaan kredit kendaraan bermotor sebesar Rp.8,1 triliun. Target tersebut mengingat pasar industri otomotif dan kendaraan bermotor diprediksi akan terus tumbuh. Perusahaan akan bersinergi bersama Bank Mandiri merilis produk Mandiri Kredit Motor (MKM).

Bagi para nasabah Bank Mandiri, dapat menikmati angsuran ringan mulai Rp.400 ribuan. Dengan uang mukarendah mulai dari Rp.800 ribuan dalam jangka waktu kredit hingga lima tahun. Para pelanggan juga berpeluang mendapatkan hadiah undian satu unit Daihatsu Sigra. Serta tiga unit motor,danpuluhan hadiah menarik lainnya.

“Kami targetkan pembiayaan kredit sebesar Rp8,1 triliun. Mandiri Utama Finance bakal fokus pengembangan jaringan yang sudah ada. Juga mengembangkan kantor lain yang bukan kantor cabang menjadi kantor cabang. Hal itu agar layanan kami dapat dijangkau oleh seluruh pelanggan secara maksimal,” ungkap Direktur Utama Mandiri Utama Finance, Stanley Setia Atmadja.

Saat pembiayaan kredit telah memiliki izin Unit Usaha Syariah (UUS) pada tahun lalu dalam memasarkan produk Syariah di delapan kota besar. Yaitu dikota Jakarta (Duren Tiga), Subang, Magelang, Kediri, Tangerang, Gresik, Surabaya dan Pekanbaru. Tahun 2019 ini, Mandiri Utama Finance akan memperluas kantor cabang lainnya.

Dalam pendanaan Syariah, perusahaan menargetkan pembiayaan kredit dengan menggandeng bank syariah lainnya, salah satunya Bank Syariah Mandiri, dan bank BCA Syariah.

“Tahun ini Produk Syariah tidak hanya produk pembiayaan mobil dan motor. Kami juga akan memasarkan produk pembiayaan Umroh dan haji,” tambah Stanley.

Target Mandiri Utama Finance

Mandiri Utama Finance Targetkan pembiayaan kredit tahun ini sebesar Rp.8,1 triliun,meningkat dari pencapaian tahun lalu sebesar Rp.7,3 triliun. Target ini 18 persen adalah pembiayaan motor baru, 11 persen motor bekas47 persen mobil baru, 24 persen mobil bekas.

Sepanjang tahun 2018, MUF mencatatkan Non PerformingFinancing (NPF) di level 1,09 persen. Dan tingkat kesehatan keuangan (TKK) dalam kategori “Sehat”. Kerja sama antara Mandiri Utama Finance dengan Pefindo Biro Kredit melalui perbaikan internal scorecredittelah meningkatkan kualitas kredit.

Mandiri Utama Finance targetkan pembiayaan kredit setelah terdaftar sebagai anggota SLIK-OJK tahun ini, yang akan semakin mempercepat proses kredit. Serta memberikan kemudahan pembayaran angsuran, melalui paymentpoint di kantor pos seluruh Indonesia, dan berbagai mini market yang memiliki jaringan luas secara nasional.Hal ini dapat berdampak pada peningkatan kepuasan pelanggan. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *