Merger Dua Bank Nasional Dapat Lampu Hijau OJK

oleh
Merger dua bank nasional

Merger dua bank nasional yang telah diproses beberapa bulan, akhirnya disetujui izinnya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

APRO Financial dalam hal ini yang mengajukan izin untuk merger dua bank nasional. Kedua bank tersebut, yaitu Bank Oke Indonesia dan Bank Dinar Indonesia.

Proses Izin Merger Dua Bank Nasional

Sebelumnya, Oktober 2018 APRO Financial Co. Ltd telah mendapat izin untuk melakukan akuisisi Bank Dinar berdasarkan surat dari OJK. Setelah memperoleh izin, APRO Financial mengajukan rancangan merger.

Merger dua bank nasional yang berada di bawah APRO tersebut diajukan pada OJK bulan Juni 2019, setelah kedua bank mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Kedua RUPST yang digelar Maret 2019 menyetujui merger.

Sebagai informasi, APRO Service Group adalah induk perusahaan dari APRO Financial Co. Ltd. Perusahaan tersebut merupakan investor yang berasal dari Korea. Investor keempat yang masuk ke Indonesia setelah KEB Hana Bank, World Bank, dan Shinhan Bank.

Perbedaan APRO dibandingkan dengan perusahaan Korea lain adalah, perusahaan keuangan non-bank. Perusahaan ini tidak memiliki bank untuk mengakuisisi bank dari luar negeri. Jenis usaha APRO selama ini, yaitu savings bank, capital, dan leading yang kesemuanya dioperasikan oleh anak perusahaan.

Merger dua bank nasional, PT Bank Dinar Indonesia Tbk dan PT Bank Oke Indonesia yang sahamnya dibawah kendali APRO Nasional, sebagai pembuktian kepercayaan anak perusahaan Korea terhadap masa depan perbankan Indonesia. Salah satu negara yang pertumbuhan ekonominya cukup menjanjikan. APRO Service Group juga berkomitmen mendukung arahan OJK mengenai konsolidasi bank dalam rangka menciptakan industri perbankan Indonesia yang terus tumbuh, lebih kuat, dan berdaya saing di Indonesia.

Bank hasil merger, kelak akan melayani nasabah yang sudah ada di Bank Dinar dan Bank Oke. Pelayanan akan semakin luas sesuai kebutuhan perbankan yang ada, seperti retail banking SME, corporate banking, dan produk dan layanan digital bangking secara bertahap.

Diharapkan, setelah merger dua bank nasional, 19 cabang yang sudah ada di seluruh Indonesia akan bertambah 50 cabang dalam kurun waktu 3 tahun. Di mana cabang-cabang baru tidak hanya didirikan di Jakarta, tetapi juga di Bali, Surabaya, dan Semarang. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *