OJK Awasi Emiten Bernotasi Khusus Guna Lindungi Investor

oleh
OJK

OJK atau Otoritas Jasa Keuangan masih terus melakukan berbagai pengawasan terhadap sejumlah emiten yang mempunyai notasi khusus. Hal itu guna memberikan perlindungan kepada para investor perusahaan.

Notasi khusus sendiri merupakan simbol yang diberikan kepada perusahaan yang mempunyai kondisi kurang baik. BEI menerapkan tujuh notasi khusus atau tato kepada emiten bermasalah yang dibubuhkan di belakang kode eminten perusahaan.

Hoesen selaku Dewan Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK menuturkan bahwa, sampai dengan tanggal 13 Agustus 2019, terdapat 48 perusahaan yang mempunyai notasi khusus, otoritas bakal melakukan pengawasan terhadap sejumlah emiten tersebut. Hal tersebut sangat diperlukan guna melindungi masyarakat dari kinerja emiten yang kurang memuaskan.

“Kita lihat dengan adanya notasi itu pengaruhnya (untuk) masyarakat lebih terlindungi. Pengawasan (aspek) yang lain kita lihat data makin banyak, kita kerja sama dengan SRO semuanya untuk menganalisis data. Dari situ kita harapkan lebih baik,” terang Hoesen.

OJK Bersama SRO Wajibkan Anggota Bursa Terapkan Notasi Khusus

OJK bersama SRO atau Self Regulatory Organization akan mewajibkan anggota bursa atau AB guna menerapkan notasi khusus mulai tahun depan. Hingga kini terdapat 15 anggota bursa yang secara sukarela memberikan notasi khusus tersebut.

Sementara, Hasan Fawzi selaku Direktur Pengembangan BEI turut menambahkan bahwa, penggunaan notasi khusus pada emiten tersebut masih voluntary. Dimana sampai dengan saat ini baru ada 15 anggota bursa yang sudah menerapkan aturan itu.

Bursa akan secara resmi menerapkan aturan itu pada waktu enam bulan ke depan. Apabila aturan itu telah bersifat wajib, anggota bursa yang enggan menerapkan bakal dikenakan sanksi berjenjang. Mulai dari surat edaran hingga sanksi denda akan diberlakukan dengan pengawasan OJK.

“Nanti bursa bakal mengeluarkan surat edaran untuk penerapan ini. Sebab anggota bursa harus menyesuaikan dulu dengan sistem mereka,” ujar Hasan.

Anggota bursa meminta waktu maksimal enam bulan mulai dari Agustus ini kepada OJK dan BEI. Tahun depan baru akan dikeluarkan kewajiban menampilkan notasi khusus. Sekitar di bulan Februari hingga Maret yang wajib dijalankan ketika menerima pesanan jual dan beli dari nasabah. Masyarakat dapat melihat saham yang disematkan kode tersebut pada kanal perusahaan tercatat di situs resmi BEI. [] – mayangsari-

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *