in ,

Pembiayaan Sindikasi Perbankan Terus Dipacu

Pembiayaan sindikasi
Pembiayaan sindikasi

WARTABANK.COM, Jakarta – Pembiayaan sindikasi perbankan terus dipacu oleh sejumlah bank baik BUMN maupun swasta menjelang tutup tahun 2021.

Salah satunya adalah Bank Rakyat Indonesia yang mengejar pembiayaan sindikasi baru yang nilainya mencapai triliunan Rupiah.

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan hingga kuartal III 2021, pihaknya telah menyalurkan kredit sindikasi senilai Rp15 triliun yang disalurkan di beberapa sektor seperti kelistrikan, transportasi, dan agribisnis hingga infrastruktur.

Pihak BRI yakin masih akan penambahan pembiayaan sindikasi baru sebesar Rp4,6 triliun sebelum tahun 2021 berakhir.

“Kami memproyeksi pembiayaan sindikasi tahun 2022 nanti masih cukup besar seiring dengan pemulihan ekonomi nasional dan dukungan dari banyaknya proyek strategis nasional yang sedang dikerjakan,” kata Aestika, Senin (6/12/2021).

Kredit sindikasi perbankan dengan jumlah besar juga dikucurkan oleh PT Bank BCA Syariah senilai Rp200 miliar kepada PT PLN pada akhir ini.

Namun penyaluran kredit ini masih menunggu kesepakatan bunga dari beberapa bank yang membentuk kesepakatan sindikasi.

Direktur BCA Syariah Rickyadi Widjadja mengatakan, kemungkinan pencairan dana ini masih menunggu bunga kredit (rate) karena saat ini masih diproses.

Sebelumnya, BCA Syariah juga berencana menyalurkan kredit sindikasi tahun ini sebesar Rp60 miliar kepada BUMN PT Angkasa Pura II (AP II), dan tahun depan disalurkan lagi Rp140 miliar.

“Penyaluran kredit sindikasi ini kami yakin akan semakin membaik seiring dengan pemulihan ekonomi, salah satu yang kita bidik adalah kredit sindikasi untuk proyek PT Jasa Marga,” kata Ricky.

Pembiayaan Sindikasi BPD

Sementara Bank DKI juga memimpin penyaluran kredit sindikasi dengan beberapa bank daerah lain kepada PT PMN PT Permodalan Nasional Madani (PMN).

Nilai pembiayaan sindikasi ini mencapai Rp4 triliun dengan skema Rp2,2 triliun kredit konvensional dan Rp1,8 triliun dengan sistem pembiayaan syariah.

Direktur Utama Bank DKI, Fidri Arnaldy menyebutkan untuk kredit konvensional, disalurkan oleh Bank Papua Rp500 miliar, Bank Jatim Rp400 miliar Bank Sumsel Babel Rp 250 miliar, Bank Sumut Rp200 miliar dan Bank Kalbar juga Rp200 miliar.

Kemudian Bank Bali, Bank Kaltimtara, Bank Jateng, Bank SulSelBar Rp100 miliar, bank Sulteng, Bank Kalteng, Bank Bengkulu dan Bank Malut nilainya sama Rp50 miliar.

Sementara penyaluran dengan sistem syariah yaitu Bank Sumut Rp305 miliar, Bank Aceh Syariah Rp200 miliar, Bank Kalsel sebesar Rp 150 miliar dan Bank Jatim Rp325 miliar.

Kemudian Bank DIY, Bank Riau dan Bank Muamalat Rp50 miliar, Bank Sulselbar Rp 10 miliar Bank Kaltimtara Rp 85 miliar, Bank Sumsel Babel sebesar Rp75 miliar dan yang terbesar Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Rp500 miliar. []

Written by Gunadi Witjaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kartu Debit Magnetik

Kartu Debit Magnetik Resmi Diblokir Perbankan!

Kredit menganggur

Kredit Menganggur Perbankan Masih Tinggi, Capai Rp1,700 Triliun!