Pencairan Uang Lebaran Tidak Pengaruhi Likuiditas

oleh
Pencairan uang

Pencairan uang giral saat jelang lebaran menjadi uang kartal atau tunai tidak akan memengaruhi likuiditas perbankan. Meskipun Bank Indonesia memperkirakan akan terjadi pencairan sekitar Rp317,1 triliun atau naik 13,5 persen dari tahun sebelumnya Rp191,3 trliun.

Penegasan tentang tidak akan terpengaruhnya likuiditas bank oleh banyaknya pencairan uang diberikan oleh beberapa bank.

Pencairan Uang Jelang Lebaran

Direktur PT Bank Mandiri Tbk, Panji Irawan mengatakan, bahwa pengambilan uang besar-besaran dalam bentuk tunai jelang lebaran sudah merupakan tradisi tahunan. Bank Mandiri sudah memersiapkannya.

Panji meperkirakan sebanyak Rp200 triliun akan ditarik saat H-10 lebaran. Biasanya, uang tersebut kembali lagi ke perbankan sekitar H+10 lebaran.

Bank Mandiri sendiri mengantisipasi tradisi pencairan uang lebaran dengan menyiapkan dana sebanyak Rp54,9 triliun selama sekitar 20 hari dengan perkiraan pengeluaran Rp1,9 triliun per hari.

Perkiraan lebaran tahun 2019 akan meningkat sekitar 19 persen sampai 20 persen dari rata-rata harian tahun sebelumnya.

Panji menegaskan keyakinan bahwa bank yang dipimpinannya tidak akan terpengaruh tingkat likuiditasnya, ini dikarenakan bank juga sudah mempunyai alat lukiditas yang kuat.

Selain itu, Bank Mandiri juga mempunyai Rp170 triliun obligasi yang dapat digunakan kapan saja diperlukan dan outstanding dengan mata uang dolar senilai US$3 miliar. Rasio perbandingan LDR, LFR, dan DIM Mandiri sangat bagus sehingga eksel likuidtas cukup banyak.

Hal senada diungkapkan oleh Direktut PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso Liem. Liem menyebutkan bahwa BCA telah menyiapkan uang tunai sebesar Rp58,73 triliun yang disebarkan di ATM seluruh Indonesia.

Menurut Liem pencairan uang juga tidak mengganggu arus keuangan BCA karena sifatnya hanya musiman. Penarikan akan banyak di H-10 sebelum lebaran dan akan kembali normal di H+4 setelah lebaran.

Namun menurut Liem, kebutuhan uang tunai masyarakat sudah tidak lagi sebesar tahun sebelumnya. Kebutuhan cenderung menurun persentasenya karena pertumbuhan digitalisasi perbankan.

Tidak hanya BCA, bank non-pemerintah lain, yaitu CIMB Niaga juga menjelaskan kondisi yang sama. Direktur Konsumen CIMB Niaga, Lani Darmawan, pencairan uang lebaran merupakan hal yang normal karena terjadi setiap tahun.

Bank Niaga sendiri sudah menyiapkan ATM, CDC, dan semua sistem. Perbankan akan kembali normal maksimal satu bulan setelah lebaran. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *