in ,

Penutupan Bank Tercatat 117 Bank Sejak 2005!

Penutupan bank

WARTABANK.COM, Jakarta – Penutupan bank di Indonesia selama 16 tahun terakhir, yakni sejak 2005 hingga 2021 tercatat sudah mencapai 117 bank.

Selama periode itu, ada 116 Bank Perkreditan Rakyat dan 1 bank umum yang ditutup atau dilikuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dari data LPS, sebanyak 98 bank tercatat sudah resmi ditutup dan proses likuidasinya sudah rampung.

Sementara, 16 bank masih dalam proses likuidasi meski izin usahanya telah dicabut oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) RI.

Penutupan bank ini ternyata didominasi bank yang berada di daerah Jawa Barat, Sumatera Barat dan Jawa Timur.

Menurut Sekretaris LPS, Dimas Yuliharto, penutupan bank ini memang didominasi Bank Perkreditan Rakyat.

Alasannya, Bank Perkreditan Rakyat termasuk perusahaan kecil, dan tata kelola perusahaannya masih lemah.

Dimas mengatakan, bank atau perusahaan kecil pada umumnya punya kelemahannya di bidang tata kelola.

“Perusahaan yang besar tentu akan menggunakan sistem tata kelola yang baik karena selalu dibenahi dan disempurnakan. Sementara BPR tidak sempat melakukan pembenahan tata kelola usahanya,” kata Dimas di Bandung, Sabtu (11/12/2021).

Dimas menyebut masalah tata kelola di perusahaan kecil pada umumnya berasal dari pihak pengurus dan pemegang saham.

Dominasi BPR

Selain itu, jumlah Bank Perkreditan Rakyat di Indonesia tercatat 1.635 bank, yang artinya peluang penutupan bank BPR memang jauh lebih besar jika dibanding bank umum karena jumlahnya juga lebih banyak.
Untuk penanganan simpanan bank gagal akibat likuidasi, Lembaga Penjamin Simpanan punya kewenangan khusus untuk penanganan klaim simpanan nasabah.

“Kami terlebih dahulu akan menetapkan kategori simpanan nasabah menjadi dua kategori, yaitu yang layak bayar dan yang tidak layak bayar. Penentuan ini melalui proses rekonsiliasi dan verifikasi untuk memastikan apakah simpanan nasabah memenuhi syarat 3T dari LPS,” jelas Dimas.

Syarat yang dimaksud yakni tingkat bunga simpanan tak lebih dari bunga penjaminan LPS, tercatat pada pembukuan bank, dan tidak menyebabkan bank gagal.

Sejak tahun 2005 hingga Oktober 2021 tercatat LPS telah membayarkan klaim simpanan nasabah sebesar Rp1,69 triliun dengan rincian Rp1,49 triliun kepada BPR dan Rp202 miliar untuk bank umum.

“Sementara simpanan tidak layak bayar mencapai Rp372 miliar yaitu dari BPR Rp217 miliar dan dari bank umum Rp155 miliar,” tutupnya. []

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Kredit menganggur

Kredit Menganggur Perbankan Masih Tinggi, Capai Rp1,700 Triliun!

Bank kecil

Bank Kecil Butuh Modal, Ini Kata OJK!