in ,

Penyaluran BSU Melalui Bank Himbara, Bagaimana Jika Belum Punya?

Penyaluran BSU

WARTABANK.COM, Jakarta – Penyaluran BSU atau Bantuan Subsidi Upah Rp1 juta kepada para pekerja yang terdampak pandemi covid-19 mulai dicairkan.

Namun belum semua pekerja menerima bantuan dari progrram pemerintah tersebut.

Diketahui, penyaluran BSU ini menjadi tanggungjawab bank Himbara atau bank BUMN, seperti BNI, BRI, BTN dan Mandiri.

Maka para penerima subsidi gaji ini juga diutamakan yang telah memiliki rekening di salah satu bank tersebut.

Koordinator Ditjen Pembinaan Kementerian Tenaga Kerja, Andi Awaluddin, menjelaskan, hal itu sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga kerja Nomor 16 Tahun 2021.

Dalam aturan itu dijelaskan, bahwa penyaluran BSU bagi pekerja atau buruh yang mempunyai rekening pada Bank Himbara dan Bank Syariah Indonesia khusus daerah Aceh.

“Kami telah menerima data pekerja dan mulai dilakukan proses penyaluran BSU ke rekening. Data itu diberikan BPJS Ketenagakerjaan secara bertahap,” kata Awal, Kamis (12/8/2021).

Adapun jumlah calon penerima bantuan ini diproyeksikan mencapai 8,73 juta pekerja, maka pemerintah juga telah menyiapkan anggaran Rp8,8 triliun.

Lantas, bagaimana jika penerima bantuan belum membuka rekening Bank Himbara?

Menurut Awal, bagi pekerja yang belum memiliki rekening di Himbara, bisa dibuatkan rekening secara kolektif oleh Kemnaker bekerja sama dengan bank terkait.

Ia menjamin penyaluran BSU untuk para penerima tetap bisa berjalan tepat waktu, baik yang sudah memiliki maupun belum memiliki rekening Bank Himbara.

“Yang belum punya akan dibuatkan secara otomatis. Dibuka rekening saat pengajuan, karena data yang dikirim oleh BPJS Ketenagakerjaan termasuk untuk pembukaan rekening itu,” jelas Awal.

Penyaluran BSU Bagi yang Terdaftar

Untuk itu, para penerima bantuan ini tidak akan mundur pencairannya meski belum punya rekening Bank Himbara.

“Jadi bukan tidak mendapat. Sepanjang memenuhi syarat pasti diberikan secara ontime karena akan dibukakan rekening secara kolektif,” bebernya.

Namun ada beberapa syarat bagi pekerja untuk mendapat bantuan tersebut, yakni harus memiliki NIK dan terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Maka hanya peserta yang terdaftar dan memenuhi persyaratan yang akan menerima penyaluran BSU dari pemerintah.

Selain itu, upah bulanan penerima juga dibatasi maksimal Rp3,5 juta, namun ada pengecualian bagi daerah yang besaran UMP-nya sudah melebihi nilai tersebut.

Kemudian pekerja yang menerima penyaluran BSU tahun ini juga diprioritaskan pada sektor industri barang, pendidikan, kesehatan, transportasi, perdagangan, dan properti.

Kemudian belum menerima bantuan pada program lainnya, seperti bantuan produktif usaha mikro, program keluarga harapan dan Kartu Prakerja. []

Written by Agus Dilan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BI Fast

BI Fast Segera Dirilis, Ini Manfaat dan Tantangannya

Insentif PPN

Insentif PPN Diperpanjang, Bank Permata Target KPR 30 Persen