in ,

Penyaluran Kredit BTN Ditingkatkan, Bakal Rencana Rights Issue Saham?

Penyaluran kredit BTN

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Penyaluran kredit BTN untuk sektor perumahan terus ditingkatkan seiring dengan meningkatkanya animo masyarakat untuk membeli rumah, baik subsidi maupun komersial.

Untuk itu, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk sedang menyiapkan strategi memperkuat modal perusahaan.

Salah satu langkah yang direncanakan oleh perseroan adalah melakukan Rights Issue saham pada awal tahun 2022 mendatang.

Rencana rights issue untuk peningkatan penyaluran kredit BTN ini disampaikan oleh Direktur Utama BTN Haru Koesmahargyo, dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi XI DPR RI, Kamis (17/6/2021).

Dalam pemaparannya, Haru menjelaskan bahwa bank milik negara tersebut memang sangat membutuhkan penambahan modal untuk mengoptimalkan penyaluran kredit BTN.

Menurutnya, rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio di bank tersebut saaat ini hanya 17,6 persen.

Angka itu masih lebih rendah dari sektor industri yang mencapai 24 persen pada Maret 2020 lalu.

“Permodalan BTN saat ini masih ditopang oleh modal tier-2, sementara tier-1 lebih rendah lagi, yakni 12 persen. Dengan adanya penambahan modal, tentu akan berdampak pada peningkatan penyaluran kredit BTN bagi warga masyarakat,” ungkapnya.

Haru menyatakan posisi rasio kecukupan modal BTN ini terus menurun karena pada tahun-tahun sebelumnya, perseroan telah melakukan ekspansi yang besar.

Meski begitu, rasio kecukupan modal di BTN saat ini masih berada di atas ketentuan regulator.

Untuk diketahui, perseroan sebelumnya telah berhasil melakukan penyaluran kredit BTN sebesar 3,2 persen secara tahunan (yoy) dengan nilai Rp261 triliun.

Tak hanya di sektor perumahan, PT Bank Tabungan Negara juga melakukan penyaluran kredit BTIN untuk pelaku usaha kecil (UMKM).

Penyaluran Kredit BTN Sejalan dengan PEN

Penyaluran kredit BTN ini juga sesuai dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang dijalankan oleh pemerintah.

Sedangkan pertumbuhan dana pihak ketiga atau DPK di bank tersebut tumbuh 33 persen menjadi Rp295 triliun yang digunakan untuk mendukung kebutuhan likuiditas.

Adapun rencana right right issue saham adalah istilah di dunia pasar modal yang juga disebut dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Dalam prosesnya, perusahaan yang melakukan right issue bertujuan untuk menambah modal kerja, membayar utang, ekspansi bisnis hingga untuk dana rencana aksi korporasi.

Skema right issue sendiri sudah diatur dalam Keputusan Badan Pengawas Pasar Modal Nomor 26 Tahun 2003 yang memungkinkan para pemegang saham bisa membeli efek baru. []

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Literasi keuangan

Literasi Keuangan Bank Syariah Ditingkatkan, Ini Langkah BSI

Pembukaan rekening BNI

Pembukaan Rekening BNI Online Meningkat Drastis