in

Penyaluran KUR Dipacu Capai Rp244 Triliun!

Penyaluran KUR

WARTABANK.COM, Jakarta – Penyaluran KUR atau Kredit Usaha Rakyat dari sejumlah perbankan terus digenjot melihat geliat ekonomi yang semakin membaik.

Tercatat total KUR yang sudah disalurkan hingga bulan November 2021 mencapai Rp244,87 triliun yang menyasar 6,48 juta debitur.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Sistem Informasi Kredit Program (SIKP), KUR terbesar ada di segmen mikro yang mencapai Rp152,99 triliun kepada 5 juta lebih debitur.

Di posisi kedua ada KUR kecil/khusus sebesar Rp82,65 triliun kepada 425 ribu debitur, lalu KUR super mikro Rp 9,21 triliun kepada 1 juta debitur dan paling minim untuk KUR penempatan TKI Rp17,30 miliar bagi 1.124 debitur.

General Manager Divisi Bisnis Usaha Kecil PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Sunarna Eka Nugraha mengatakan pemulihan ekonomi sudah mulai terasa sejak akhir kuartal ketiga tahun ini.

Ia pun optimis penyaluran Kredit Usaha Rakyat ke depan semakin baik, termasuk KUR yang disalurkan dari BNI.

“Total KUR yang kita salurkan mencapai Rp25,4 triliun, meningkat dua kali lipat dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp17 triliun,” kata Sunarna, Rabu (24/11/2021).

Adapun dana KUR yang disalurkan BNI didominasi sektor produksi yang lebih dari 50 persen dengan, terutama di bidang pertanian sebesar Rp7,5 triliun dan jasa sebesar Rp3,7 triliun.

Peningkatan penyaluran KUR juga terjadi di bank BUMN lainnya, yaitu Bank Mandiri yang saat ini sudah mencapai Rp31,73 triliun.

Jumlah penyaluran itu setara 90,73 persen dari target penyaluran KUR di tahun 2021 sebesar Rp35 triliun.

Penyaluran KUR Bank Mandiri

SEVP Micro and Consumer Finance Bank Mandiri, Josephus K Triprakoso menyatakan, dana KUR Bank Mandiri didominasi sektor produksi mencapai 58 persen senilai Rp18,55 triliun.

Josephus pun optimis prospek penyaluran kredit akan semakin membaik seiring dengan ekonomi Indonesia yang juga mulai meningkat.

Namun pihak Bank Mandiri tetap menjaga kualitas kredit yang secara Nasional memiliki kolektibilitas lancar sebesar 97,63 persen, dengan rasio kredit bermasalah atau NPL hanya 0,56 persen.

Di sisi lain, Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyebut sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) memang mulai menggeliat lagi seiring melandainya pandemi.

Adapun total dana KUR dari BRI yang sudah tersalur hingga bulan Oktober lalu sudah menapai Rp160 triliun dengan jumlah penerima 5,4 juta UMKM.

Pencapaian ini meningkat 37 persen dibandingkan penyaluran KUR tahun lalu, sementara realisasinya mencapai 82,1 persen dari target KUR BRI 2021 Rp195 triliun.

“Saat ini kami sudah tergabung di Holding Ultra Mikro dan yakin penyerapan KUR tahun depan kan meningkat dengan tetap menjaga kualitas kreditnya. Di tahun ini, sektor penerima KUR masih didominasi produksi, seperti pertanian, kehutanan, kelautan, perikanan dan pengolahan,” tandasnya. []

Written by Gunadi Witjaksono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kerugian Bank Raya

Kerugian Bank Raya Capai Rp1,85 Triliun

Modal IFG

Modal IFG Dari Negara Cair Rp20 Triliun!