Perlambatan Kredit Tekan Pendapatan Bunga Bersih Bank

oleh
Perlambatan kredit

Perlambatan kredit dialami perbankan nasional selama bulan April dan Mei 2019 ini. Perlambatan yang berpengaruh pada pendapatan bunga bersih bank.

Berdasarkan data Bank Indonesia, kredit perbankan pada bulan April 2019 tumbuh 11 persen. Sebuah penurunan dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 11.5 persen. Pertumbuhan kredit yang menurun tersebut disinyalir karena perlambatan pertumbuhan pendapatan bunga bersih atau Net Interest Income (NII) bank.

Perlambatan Kredit pada Beberapa Bank

Perlambatan kredit contohnya dialami oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) yang merupakan bank berpelat merah. Pertumbuhan kredit year on year bulan Mei 2019 sebesar 18,72 persen. Lebih rendah apabila dibandingkan dengan pertumbuhan bulan April yang mencapai 19,35 persen. Jika dinilai dalam rupiah penurunan menjadi Rp222,01 triliun.

Menurut Direktur Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantarikso, perlambatan kredit disebabkan hari efektif pada bulan April dan Mei lebih pendek daripada biasa. Akibatnya collection credit belum maksimal dan pendapatan bunga ikut tidak optimal.

Meskipun demikian BTN menargetkan pendapatan sekitar 10 sampai 14 persen di tahun ini dengan pendapatan bunga sebesar Rp25 sampai Rp26 triliun.

Pendapatan bunga bersih PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara (BPD Sumut0 juga mengalami penurunan di bulan April dibandingkan Maret 2019.

Sekretaris Perusahaan Bank Sumut, Syahdan Siregar mengakui pertumbuhan pendapatan bunga bersih 7,3 persen year on year. Artinya terjadi penurunan dibandingkan bulan Maret yang pertumbuhannya 7,67 persen.

Namun demikian, Syahdan mengatakan bahwa NII mengalami pertumbuhan sebesar 7,37 persen yoy dibandingkan Desember 2018. Syahdan bahkan optimis NII Bank Sumut akhir Desember 2019 dapat mencapai 7,83 persen. Perlambatan kredit dapat diatasi pada semester 2 tahun 2019.

Sementara Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim menyebutkan bahwa pendapatan bunga bersih banknya stabil. Tidak terpengaruh oleh perlambatan kredit seperti bank lain pada umumnya.

Pertumbuhan kredit BCA dibanding tahun lalu naik 12 persen. Dengan catatan yang stabil, BCA tidak merencanakan menaikkan suku bunga meski bunga deposito mengalami kenaikan.

Sebagai catatan, April 2019 NII BCA tumbuh 13,01 persen yoy menjadi Rp15 triliun. Pertumbuhan ditopang oleh kenaikan pendapatan bunga 16,25 persen menjadi Rp19,29 triliun. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *