Permintaan Kredit Meningkat, Kredit Properti BTN Diproyeksikan Tumbuh Hingga 25% di 2018

oleh

Beberapa pengamat industri perbankan memproyeksikan kredit properti di tahun 2018 akan tumbuh lebih baik dibanding tahun 2017. Lesunya pasar properti ada 2017 sejatinya telah diproyeksikan beberapa pengamat pada akhir 2016 silam. Oleh karenanya beberapa perbankan telah menemukan formula agar kredit pada segmen properti dapat tumbuh meskipun dalam kondisi yang kurang kondusif.

Salah satunya yaitu BTN! Sejatinya pada medio Februari 2017 silam bank plat merah ini telah meluncurkan produk KPR Mikro yang menawarkan pembiayaan KREDIT RUMAH MURAH dengan harga rumah hanya Rp75 juta. Dimana produk tersebut sedikit memiliki perbedaan jika dibandingkan dengan KPR konvensional yang selama ini menjadi kekuatan BTN.

Produk tersebut disasar BTN bagi masyarakat informal yang tergabung dalam sebuah komunitas. Mekanismenya yaitu, setiap anggota dari komunitas tersebut bisa mengajukan KPR Mikro melalui ketua masing-masing komunitas. Kemudian akan diseleksi oleh masing-masing ketua, siapa saja anggota yang dinilai memiliki kemampuan untuk membayar angsuran.

Kriterianya adalah setidaknya cicilan kurang dari 25% dari penghasilan keluarga setiap bulannya. Pembayaran boleh dilakukan harian, mingguan, bulanan, serta dapat dilakukan penjemputan atau autodebet, dengan jangka waktu kredit yaitu maksimal 10 tahun.

KPR Mikro bisa dikatakan sebagai inovasi produk dari BTN dalam menyasar segmen bawah yang ingin memiliki rumah dengan fasilitas kredit murah selain strategi perbankan menghadapi lesunya pasar properti pada periode tahun 2017.

TUMBUH HINGGA 25%

Bagaimana proyeksi BTN di tahun 2018? Direktur BTN, Oni Febrianto menyebut pihaknya optimis kredit properti BTN akan tumbuh 20%-25%. Target tersebut telah masuk dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) 2018.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa pada Semester I/2017 lalu kredit BTN mengalami pertumbuhan 23-25%. Hal tersebut didorong oleh adanya faktor permintaan kredit yang terus meningkat.

“Apalagi gejala yang ada saat ini menunjukan permintaan rumah terus meningkat khususnya bagi masyarakat berpenghasilan di level menengah,” ujarnya.

BTN mencatat jumlah unit KPR RUMAH SUBSIDI dan non subsidi pdaa Semester I/2017 meningkat tajam yaitu 49,9% dari bulan Juli 2017 menjadi 22.666 unit, dingan diikuti peningkatan nilai transaksi sebesar 41,6% menjadi Rp 3,65 triliun.

Pada tahun 2018, BTN juga masih membidik pertumbuhan pada sektor Informal melalui Produk KPR Mikro karena penyalurannya terbilang relatif masih rendah. Dalam penyalurannya nanti, BTN tetap akan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar tidak berdampak terhadap rasio kredit bermasalah aau Non Performing Loan (NPL).

“Ada asuransinya. Jadi kalau ada tunggakan pembayaran maka asuransi tersebut yang akan meng-cover. Jadi para pekerja informasl yang tergabung dalam suatu komunitas dapat memiliki kemudahan mulai dari persyaratan sampai pembayaran cicilan yang bisa dilakukan harian, mingguan bahkan bulanan,” terangnya. []ct

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *