in ,

Persaingan era Digital, ini Kata Bos Bank Mandiri!

Persaingan era digital

WARTABANK.COM, Jakarta – Persaingan era digital pada sektor perbankan dirasakan semakin ketat, dimana seluruh industri pada sektor ini berlomba menghadirkan layanan digital terbaik kepada nasabahnya.

Terlebih saat ini banyak bermunculan bank-bank digital yang menjelma menjadi tren. Menghadapi hal ini, Bank Mandiri berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terbaik menghadapi persaingan era digital perbankan.

Salah satunya dengan mengembangkan ekosistem digital dalam menghadapi tren bisnsi neo bank tersebut.

Menurut Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, pihkanya terus merespon dengan baik segala bentuk persaingan di era digital perbankan saat ini.

Bank berkode saham BMRI ini, lanjut Darmawan, telah mengalokasikan anggaran belanja modal mencapai Rp1,7 triliun untuk pengembangan produk digital perbankan.

“Dana ini kami alokasikan untuk menjawab seluruh kebutuhan layanan nasabah utamanya dalam layanan berbasis digital,” ujarnya.

Terkait keberadaan Neo Bank, Darmawan menilai ini bukan sesuatu yang viral melainkan sebagai potensi bagi Bank mandiri melakukan kerjasama partnership dalam berkolaborasi dengan strategi open banking.

“Kami saat ini punya API yang sangat siap sebagai infrastruktur partnership yang baik dalam, bersinergi denganfintech ataupun start up,” ujarnya.

5 Pronged Strategy Hadapi Persaingan era Digital

Lebih lanjut Darmawan mengatakan bahwa dalam menghadapi persaingan era digital, Bank pelat merah ini telah menyiapkan strategi yang tertuang pada 5 Pronged Strategy.

Adapun 5 Pronged Strategy tersebut adalah meliputi digitize internal proses, modernize channels, develop digital native products, promote digital capabilities serta leveraging digital ecosystem.

“Dengan strategi tersebut maka Bank Mandiri memiliki produk digital yang inovatif yang mampu menghadapi persaingan era digital sehingga layanan yang diberikan sangat memberi kemudahan bagi nasabah,” ujarnya.

Darmawan menambahkan walaupun pihaknya telah melakukan transformasi pada sektor digital perbankan namun diakui bahwa transformasi tersebut masih perlu didukung oleh dengan kehadiran perusahaan walaupun secara virtual.

Dimana market share perusahaan tetap harus terjaga dengan baik dan tentunya diperlukan pengembangan yang lebih luas lagi.

“Dalam melangkah bertransformasi digital kami selalu memikirkan agar setiap aktivitas bisnis kami tetap menjaga kinerja Bank Mandiri tetap sustain serta menciptakan new value,” ungkap Darmawan.

Sehingga, tambah Darmawan, dengan transformasi digital yang dibangun tidak menurunkan market share pada pasar domestik.

Saat ini Bank Mandiri memiliki aplikasi Livin’ by Mandiri yang menjadi salah satu bukti akselerasi digital perbankan menghadapi persaingan era digital.

“Kami berharap adanya aplikasi tersebut bisa memberikan layanan financial super app dengan ragam fitur unggulan yang kami hadirkan dalam satu aplikasi,” tutup Darmawan. []

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keamanan QR Code

Keamanan QR Code Jadi Sasaran Kejahatan, Ini Cara Mencegahnya!

Agen BRILink

Agen BRILink Berhasil Himpun Dana Rp13,2 Triliun