in ,

Pinjaman Online Ilegal Marak, BUMN Ultra Mikro Jadi Solusi!

Pinjaman online ilegal

MEDIABUMN.COM, Jakarta – Pinjaman online ilegal dan pinjaman rentenir yang saat ini semakin marak beredar membuat banyak masyarakat yang terjebak.

Hal itu lantaran bunga pinjaman online yang dipatok gila-gilaan dan membuat si peminjam kesulitan membayar.

Salah satu yang sempat viral adalah seorang guru TK di Malang Jawa Timur yang diteror 24 debt collector pinjaman online.

Maka pembentukan Holding BUMN Ultra Mikro diharapkan bisa membantu pemerintah mengatasi maraknya pinjaman online ilegal.

Sebab Holding BUMN Ultra Mikro akan mengeluarkan produk dan layanan keuangan yang lebih terjangkau dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat.

Sosiolog Universitas Indonesia (UI) Imam Prasodjo mengatakan pembentukan Holding ini bisa menjadi wadah dalam mengatasi permasalahan pinjaman online ilegal.

Menurutnya, banyak pihak yang tak bertanggung jawab mencoba untuk memanfaatkan data dan informasi keuangan masyarakat untuk mengambil keuntungan besar.

“Jadi pinjaman dari Holding ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil maupun menengah dengan bunga terjangkau, sehingga terlepas dari jerat pinjaman online,” ujarnya, Senin (24/5/2021).

Holding Ultra Mikro sendiri akan diisi beberapa perusahaan pelat merah yakni Bank BRI, PT PNM dan PT Pegadaian.

Jangan Terjebak Pinjaman Online Ilegal

Sementara, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menilai, penggabungan ketiga perusahaan sangat bagus untuk mendukung ekonomi di sektor UMKM.

Ia pun berharap akan banyak produk dari holding yang bisa mengurangi pinjaman para rentenir yang menjerat warga.

“Menurut kami ini ini memang harus disegerakan karena bagus sekali. Saya percaya holding Ultra Mikro bisa buat produk yang lebih baik dan membantu para pelaku usaha,” kata Ikhsan.

Ia menyebut, pembentukan holding ini adalah langkah tepat untuk menciptakan layanan keuangan yang lebih terjangkau.

Terlebih pemerintah juga berkomitmen untuk meningkatkan efisiensi layanan dengan penggunaan teknologi informasi yang mudah dan terjamin.

Kehadiran holding ini juga akan memangkas banyak biaya tak perlu dalam operasional, dan akan memperbesar kemampuan perusahaan dalam memberi insentif tambahan kepada para pelaku usaha.

“Kami sangat mendukung dan berharap sosialisasinya lebih ditingkatkan lagi kepada pelaku ultra mikro agar semakin banyak yang tahu,” sebutnya.

Dengan integrasi yang kuat di bidang keuangan mikro, sambung dia, maka akan mendorong efisiensi bisnis perusahaan yang juga berdampak ke pelaku ultra mikro.

Saat ini, masih ada sekitar 30 juta pelaku UMKM yang belum mendapat pelayanan keuangan dari lembaga formal.

Bahkan 5 pelaku usaha kecil terjebak pada layanan pinjaman online ilegal atau rentenir untuk memenuhi modal dan biaya operasional usahanya. []

Written by Eko Prasetyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pefindo

Pefindo Sematkan Peringkat idAA untuk BRI Insurance

Olahraga bulu tangkis

Olahraga Bulu Tangkis Nasional Dapat Dukungan Penuh dari BNI