Pinjaman Online Ilegal! Ini Cara Agar Tak Tertipu

oleh
Pinjaman online ilegal

WARTABANK.COM, Jakarta – Pinjaman online ilegal masih sangat marak terjadi di Indonesia. Bahkan layanan financial technology (fintech) pinjaman online ilegal tersebut terus mencari korbannya.

Kendati demikian, langkahnya ini juga terus dilawan oleh tim yang telah dibentuk pemerintah. Dalam hal ini tercermin dari ada banyaknya aplikasi diblokir Satgas Waspada Investasi hingga akhir Oktober 2019.

Kenapa diblokir? Sebab, fintech abal-abal tersebut telah membuat resah banyak masyarakat dengan memberikan bunga pinjaman yang tinggi.

Dengan denda yang besar tersebut dan sampai tak terbatas, apalagi dengan cara penagihan yang kerap kali menggunakan kekerasan serta pelecehan seksual tentu ini menjadi perbuatan kriminal yang harus diberantas.

Atas dasar itu pula, Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengimbau banyak hal pada masyarakat terkait pinjaman online ilegal di Indonesia.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak sampai terjebak dalam tipu daya jeratan fintech ilegal yang semakin masif menyasar banyak kalangan masyarakat di Indonesia.

Untuk itu, disarankan Tongam, masyarakat yang akan melakukan peminjaman uang di fintech yang belum diketahui legalitasnya untuk bisa cek terlebih dahulu.

“Jadi sebelum melakukan peminjaman di fintech, masyarakat harus rajin untuk memeriksa, apakah fintech yang akan dimintai pinjamannya tersebut telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau tidak,” imbuhnya.

Jadi, ditegaskannya, masyarakat harus cek terlebih dahulu terdaftar atau tidaknya fintech pinjaman online tersebut.

“Jadi, saran saya adalah sebelum pinjam periksa dulu dia terdaftar atau tidak. Pastikan itu fintech pinjaman online ilegal atau bukan,” sarannya.

“Lalu kalau pinjam, perhatikan dan harus disesuaikan dengan kebutuhan. Jadi, jangan sampai meminjam untuk konsumtif,” tambahnya.

Tak sampai disitu, ia juga menyarankan untuk masyarakat yang hendak meminjam uang di fintech terlebih dahulu untuk membaca terlebih dahulu syaratnya.

“Jangan sampai tidak baca lalu tahu-tahu ditagih dengan cara yang kasar, atau terjadi hal yang tidak diinginkan,” imbuhnya.

Tak sampai disitu, Tongam juga menjelaskan, sebelum melakukan peminjaman, calon peminjam harus bisa memahami risiko yang akan terjadi sebelum mengajukan kredit.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa yang harus dipahami jika aplikasi fintech legal terdaftar di OJK hanya meminta persetujuan untuk akses audio, pengambilan gambar KTP sampai akses lokasi.

“Kalau yang ilegal itu dia akan minta persetujuan untuk bisa akses galeri, dan akses kontak. Itu sudah tidak benar lah, apa ada hubungannya dengan itu semua,” kata dia.

“Harus hati-hati jangan hanya menekan oke saja pada tombolnya. Apabila tidak ada persetujuan tersebut maka tidak akan mungkin ada pinjaman,” tambahnya.

Diketahui, selama Oktober 2019 tercatat ada 297 fintech pinjaman online ilegal. Adapun awal tahun sampai saat ini ada 1.773 Fintech pinjaman online ilegal. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *