Posisi Cost of Fund Meningkat di Kuartal I 2019

oleh
Posisi cost of fund

Posisi cost of fund (CoF) rupiah perbankan per kuartal I 2019 mengalami peningkatan di level 6,02 persen. Hal tersebut merupakan survei perbankan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) beberapa waktu lalu. Dengan demikian, hal itu menandakan bahwa biaya dana perbankan di periode ini masih meningkat.

Bisa dikatakan meningkat dikarenakan posisi tersebut pada periode akhir tahun 2018, hanya mencapai 5,88 persen. Sementara itu bisa dikatakan bahwa, di kuartal I 2018 posisi cost of fund secara industri relatif lebih rendah, yaitu sekitar 5,7 persen.

Sejumlah bankir juga mengungkapkan hal serupa di atas. Salah satunya adalah, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk harus mengakui memang terjadi peningkatan biaya dana. Pada catatan Bank Jatim, posisi cost of fund per kuartal I 2019 bergerak ke angka 2,99 persen. Posisi ini naik pada periode yang sama di tahun 2018, yaitu sebesar 2,08 persen.

Direktur Keuangan Bank Jatim, Ferdian Timur Satyagraha mengungkapkan, kenaikan yang terjadi tersebut disebabkan karena pengetatan likuiditas pada tahun lalu. Hal tersebut memicu kenaikan bunga dana di pasar. Meski demikian, menurutnya posisi ini sudah cukup ideal. Hal ini lantaran target yang dipatok oleh pihak Bank Jatim hanya di bawah 3 persen sampai akhir tahun 2019.

Posisi cost of fund Stabil

Sementara itu, PT Bank Tabungan Negara Tbk mengungkapkan, posisi cost of fund dana pihak ketiga (DPK) per Maret 2019 ada di level 5,77 persen. Direktur Risiko, Strategi dan Kepatuhan BTN, Mahelan Prabantarikso mengungkapkan, realisasi tersebut meningkat sebesar 4,66 persen dibandingkan pada periode yang sama di tahun lalu.

Pada penuturannya Mahelan menjelaskan, kenaikan biaya dana tersebut merupakan dampak dari kenaikannya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI), yaitu sebanyak enam kali sepanjang 2018. Secara otomatis suku bunga dana perbankan meningkat, sehingga mengakibatkan biaya bunga menjadi lebih tinggi.

Meski demikian, bank spesialis kredit perumahan ini cukup optimis pada posisi tersebut yang akan terus melandai pada akhir kuartal II 2019.

Namun berbeda dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk, pihaknya mengatakan bahwa posisi cost of fund masih relatif stabil dengan posisi akhir tahun lalu. Direktur Konsumer CIMB Niaga, Lani Darmawan mengatakan, bahwa ia memandang ruang peningkatan biaya dana di tahun ini masih terbuka.

Dengan demikian, untuk menjaga kestabilan posisi cost of fund, pihak CIMB Niaga terus mendongkrak pertumbuhan CASA yang fokus pada transaksi digital, cash management, payroll, dan rekening operasional perusahaan. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *