Premi Asuransi Jiwa Syariah Melesat Tumbuh 40,95%

oleh
Asuransi Jiwa Syariah

Premi asuransi jiwa syariah menunjukan tren positif dalam 5 bulan pertama di tahun 2018. Kinerja positif tersebut diharapkan akan tetap berlanjut hingga akhir tahun 2018.

Hingga Mei 2018 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat premi yang dibukukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat mencapai Rp5.81 Triliun atau tumbuh 40,95% apabila dibandingkan pada periode sama tahun sebelumnya.

Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (ASSI) Erwin Noekman, pada semester II/2018 pertumbuhan premi tersebut akan kembali terjadi. bisnis asuransi jiwa syariah tahun inin diproyeksikan akan tumbuh dua digit.

“Adanya tren pertumbuhan yang terjadi setiap tahun membuat kami semakin optimis bahwa bisnis asuransi jiwa syariah akan tumbuh 2 digit,” ujar Erwin.

Lebih lanjut Erwin memaparkan bahwa tahun ini pertumbuhan gabungan dari asuransi umum syariah dan asuransi jiwa syariah bisa mencapai 10-15% dengan diikuti pertumbuhan aset lebih dari angka dua digit.

Inovasi pada produk asuransi jiwa syariah diyakini akan mampu memikat pasar, sebagai contoh produk wakaf untuk masyarakat. Selain itu ada juga produk asuransi perjalanan seperti umroh atau wisata religi.

Sementara itu di sisi perkembangan bisnis asuransi syariah juga didukung oleh berjamurnya pemain asuransi syariah di Indonesia. Dengan bertambahnya pemain di sektor ini, lanjutnya, maka akan semakin memiliki peran untuk meningkatkan bisnis asuransi syariah. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *