Program Restrukturisasi Perbankan Masih dalam Pembahasan

oleh
Program restrukturisasi perbankan

Program restrukturisasi perbankan untuk menyesuaikan dengan ketentuan UU Nomor 9 Tahun 20120 tentang Pencegahan dan Penanganan Kondisi Sistem Keuangan masih dalam pembahasan. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah menyelesaikan draft desainnya.

Hal di atas dikemukakan oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah. Menurut Halim, berdasarkan masukan yang sudah ada, desain masih dalam tahap pembahasan dengan Kementerian Keuangan.

Selain itu, LPS juga sudah membentuk tim yang dipimpin oleh direktur eksekutifnya yang dilapangan bertugas merangsang program restrukturisasi perbankan. Desain yang dibuat terutama membahas tentang besaran premi yang ditanggung oleh perbankan apabila beberapa bank mengalami masalah keuangan.

Penetapan premi atau kontribusi industri perbankan dibuat sebelum program restrukturisasi perbankan ditetapkan. Rencananya, besaran premi akan dibuat per bucket, sesuai kategori aset bank atau Bank Umum Kelompok Usaha dan total Dana Pihak Ketiga.

Sambil LPS menyusun desain restrukturisasi perbankan, pemerintah dan DPR menyiapkan peraturan pelaksanaan premi dalam bentuk peraturan pemerintah atau PP. Nantinya, menurut Kepala Eksekutif LPS, Fauzi Ihsan, premi dihitung berdasarkan target dana yang ditetapkan pemerintah.

Bankir Tanggapi Program Restrukturisasi Perbankan

Beberapa bank menanggapi rencana program restrukturisasi perbankan. Direktur Manajemen Resiko PT Bank Negara Indonesia Tbk, Bob Tyasika Ananta menyebutkan bahwa program akan menggerus profitabilitas bank.

Menurut Bob, premi akan menambah biaya bank, apalagi jika persentasenya berdasarkan besaran Dana Pihak Ketiga (DPK). Marjin yang diperoleh bank akan semakin menipis, khususnya bila bunga kredit tidak ikut dinaikkan.

Direktur Keuangan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, Ferdinan Timur Setyagraha mengungkapkan hal yang hampir senada. Menurut Ferdinan, sebelum restrukturisasi perbankan dijalankan harus ada komunikasi lebih intens antara pemerintah dan perbankan.

Sementara Direktur Keuangan dan Tresusi PT Bank Tabungan Negara Tbk, Iman Nugroho Soeko dengan tegas juga menyatakan premi pada program restrukturisasi Perbankan memberatkan.

Menurut Iman, selama ini bank sudah membayar premi simpanan ke LPS sebesar 20 bps atau maksimal Rp2 miliar. Ditambah lagi dengan pembayaran premi pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Selain itu, Iman menuturkan bahwa program dengan pembayaran premi tidak cocok dengan konsep perbankan ball in. Tidak adil jika industri perbankan harus menanggung kegagalan satu atau dua bank yang bermasalah. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *