PSAK 71 Diprediksi Gerus Modal Perbankan

oleh
PSAK 71

PSAK 71 atau Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan implementasinya diprediksi bakal menggerus modal perbankan. Karena perbankan wajib menyediakan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) sejak dini (expectedloss).

Menurut yang diungkapkan Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultasi Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Gatot Trihargo, bahwa dirinya menilai implementasi standar baru tersebut akan langsung berakibat terhadap tergerusnya modal bank pelat merah.

Gatot mengimbau supaya anggota Himpunan Bank Milik Negara bisa terus memacu pertumbuhan kredit. Tujuannya supaya pencadangan yang disediakan tak terlalu besar.

BTN Siap Implementasikan PSAK 71

Direktur Keuangan dan Tresuri BTN, Iman Nugroho Soekomembenarkan. Walau begitu berkurangnya CAR baru akan terlihat pada akhir tahun nanti. Di mana implementasi PSAK 71 baru akan dilaksanakan pada 2020 mendatang. Sebab tambahan CKPN akan berbeda untuk tiap bank karena leveragecoverageratio(LCR)-nyaberbeda.

Pada konsep expectedloss, tambahan CKPN 2020 bakal mengandalkan tren keuangan perusahaan sebelumnya. Sehingga tambahan CKPN baru akan terlihat pada akhir 2019. Termasuk soal potensi penggerusan modal. Namun Iman yakin bank BTN akan siap mengimplementasikan PSAK 71 pada 2020 mendatang. Sebab sejak tahun 2014 memang telah menyiapkan CKPN lebih.

Penambahan CKPN BTNnaik hingga 93,8 persen sehingga menjadi faktor tergerusnya laba padatahun 2018. Yang hanya mampu meraih laba Rp2,80 triliun. Pada tahun lalu, BTN mengalokasikan tambahan CKPN hingga Rp1,7 triliun. Untuk posisi CAR BTN hingga kuartal I-2019 berada di level 17,6 persen dibandingkan posisi akhir 2018 sebesar 18,2 persen.

Sedangkan Direktur Utama BRI, Suprajarto optimistis modal BRI tidak akan tergerus banyak. Pasalnya sejak 2017sudah menyiapkan CKPN di atas 150 persen dibandingkan rasio NPL.Hingga kuartal I-2019 posisi CAR BRI masih berada di level 21,9 persen tumbuh 120 bps (yoy). Dengan begitu tambahan CKPN yang diperlukan untuk implementasi PSAK 71 tidak akan terlalu besar. Dan juga tak akan menggerus laba, sebab sudah diperhitungkan.

Sementara Direktur Manajemen RisikoBNI, BobTyasika Ananta menjelaskan pihaknya sudah mengalkulasi.Akan terjadi kenaikan CKPN 5 hingga 11 persenterpaut implementasi PSAK 71.Sementara CAR BNIbakal tergerus 20 hingga 40 bps,sampai akhir tahun proyeksinya CAR perseroan akan berada di level 17 hingga 19 persen.

Pada kuartal I-2019 CAR BNI masih berada di level 19,2 persen. Untuk mengantisipasi kenaikan beban CKPN,BNItelah menerapkan strategi ekspansi dengan mengutamakan sektor industri yang lowrisk. Serta pemain unggul pada sektornya masing-masing. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *