Saham Bank Meski Mahal Namun Mudah Terkoreksi

oleh
Saham bank

Saham bank saat ini harganya masih tergolong lebih mahal dibandingkan membeli saham perusahaan lain. Bahkan, meskipun saham yang dibeli adalah perusahaan keuangan. Hal tersebut dikemukakan oleh Wijan Pontus selaku Analis Royal Investor Sekuritas.

Menurut Pontus, meski saham keuangan cenderung lebih solid, indeksnya cenderung naik hingga sebesar 5,94 persen sejak awal tahun, saham bank mudah sekali naik turun. Pembeli juga masih harus memperhatikan dan mempertimbangkan Return on Investmen (ROI) bank. BBRI saja masih masuk dalam dengan ROI rendah.

Pernyataan Pontus dikeluarkan menanggapi kondisi pasar modal Indonesia yang masih belum optimal. Indikator pasar modal yang belum optimal adalah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang juga masih fluktuatif, cenderung menurun.

Awal tahun 2019 saja, IHSG yang merupakan saham bank termasuk di dalamnya terus tergerus turun atau terkoreksi higga 0,62 persen. Padahal mayoritas pasar Asia mengalami kenaikan.

Saham Bank Mudah Terkoreksi

Ada banyak faktor yang menyebabkan IHSG terus menurun. Di antaranya adalah perang dagang antar perusahaan Asia semakin memanas setelah adanya kebijakan ekonomi global. Indonesia mau tidak mau harus ambil bagian di dalamnya dan membuat pasar dalam negeri ikut terpengaruh.

Selain perang dagang atau perang ekonomi yang memanas, IHSG yang menurun dan memengaruhi harga saham bank, pertumbuhan ekonomi Indonesia di luar prediksi dan perencanaan.

Indonesia mengalami perlambatan ekonomi. Ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal I tahun 2019 yang pertumbuhannya lambat. PDB hanya naik sekitar 5,07 persen. Pertumbuhan yang lebih lambat dari tahun sebelumnya di periode yang sama. Akibat PDB yang pertumbuhannya lambat, penyaluran kredit perbankan melambat.

Berdasarkan data yang didapat dari Bank Indonesia (BI), per Maret tahun 2019 ini sudah disalurkan kredit sebanyak Rp5,319 triliun atau mengalami kenaikan dengan pertumbuhan 11,5 persen yoy. Namun, pertumbuhan tersebut masih lebih kecil dari bulan sebelumnya, yaitu 12 persen yoy.

Saham bank banyak dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan lembaga keuangan saat ini. Suku bunga acuan terbitan Bank Indonesia yang masih stabil juga belum mampu mendongkrak perbankan meningkatkan penyaluran kreditnya.

Perbankan kelak dipengaruhi oleh perusahaan financial technology dan digital payment. Meski saat ini masih kecil, kedua perusahaan merupakan ancaman yang harus diperhitungkan. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *