Sri Mulyani: Utang Negara Bukanlah Tujuan Namun Alat Mencapai Kesejahteraan

oleh
Utang Negara

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan bahwa utang negara bukanlah tujuan melainkan alat untuk mencapai kesejahteraan suatu bangsa.

Menurutnya, hal ini sama dengan apa yang dilakukan oleh pengusaha. Adanya pembiayaan di sektor usaha targetnya adalah untuk memajukan usahanya seperti meningkatkan keuntungan atau memperluas pasar.

“Kalau dari sisi negara karena bangsa ini masih membutuhkan kesehatan, pendidikan, pembangunan untuk menekan kemiskinan, dsb. Oleh sebab itu pembiayaan dalam hal ini sebagai alat untuk meningkatkan kesejahteraan. Selain pemasukan dari pajak,” terangnya.

Adapun mantan Direktur Bank Dunia ini memproyeksikan jika pertumbuhan ekonomi Indonesia akan berada pada angka 5,3 persen. Ia mengaku sangat optimis namun tetap realistis menatap angka pertumbuhan tersebut.

“Tahun 2019 Indonesia akan belanja Rp2.439 triliun , dan untuk membiayai belanja yang besar tersebut maka penerimaan pajak dan bukan pajak akan sebesar Rp2.142 triliun,” pungkasnya.

Defisit ditetapkan sebesar 1,84%, lebih kecil dibandingkan dengan tahun ini yang diprediksi masih di atas 2%. Ia menambahkan, defisit ini harus dibuat lebih kecil karena biaya pinjaman akan semakin besar di tengah ketidakpastian global.

“Dengan defisit rendah, kita memiliki kemampuan merencanakan pembiayaan secara jauh lebih aman. Hal ini perlu disampaikan agar masyarakat lebih tenang. Capital dan bond market juga lebih tenang,” ujarnya. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *