Strategi Bank Danamon Setelah Merger

oleh
Strategi Bank Danamon

Strategi Bank Danamon setelah merger dengan PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (BNP) adalah fokus memperluas bisnis. Bank ini akan meningkatkan perluasan nasabah di segmen korporasi. Haltersebut diungkapkan oleh Direktur Keuangan Bank Danamon, Satinder Ahluwalia.

Menurut Ahluwalia, bank dengan kode emiten BDMN ini mempunyai potensi menampung perluasan nasabah dari portofolio yang ada pada BNP. Apalagi ditambah dengan kerjasama MUFG sebagai pemegang saham terbesar saat ini, diharapkan ke depannya Bank Danamon akan mendapat tambahan kredit Rp5 triliun samai 10 triliun. Danamon dapat bersinergi dengan korporasi dari perusahaan Jepang tersebut.

Strategi Bank Danamon di atas diaplikasikan dengan memilih untuk menggarap potensi supply chain financing, khususnya untuk meningkatkan pertumbuhan di segmen UKM dan konsumer. Penggarapan tidak dimaksudkan untuk ikut serta dalam pengerjaan proyek di lapangan. Namun,lebih kepada pemberian kredit modal kerja, jangka menengah (midterm loan), dan supply chain.

Ahluwalia menjelaskan, bahwa strategi Bank Danamon tersebut diambil karena Danamon lebih berpengalaman di UKM dan kredit jangka menengah. Jika ini sudah dilakukan dan berhasil, barulah bank akan menargetkan kredit jangka panjang berupa pembangunan infrastruktur.

Lebih lanjut Ahluwalia juga menjelaskan secara terperinci midterm ASA funding, transaction banking, payroll, dan fokus pada anak usaha multifinance. Rincian tersebut akan cross selling dengan nasabah korporasi.

Strategi Bank Danamon dan Kondisi Terkini

Selain peningkatan kredit di midterm loan, strategi Bank Danamon untuk mengantisipasi likuiditas juga disiapkan.

Masih menurut Ahluwalia, Bank Danamon berencana menerbitkan obligasi Rp2 triliun. Penerbitan obligasi merupakan bagian dari jatah Penawaran Umum Berkelanjutan di tahun 2019.

Strategi Bank Danamon seperti yang sudah dikemukakan, berdasarkan pada catatan sebaran porsi kredit. Saat ini sebaran porsi kredit dari Bank Mandiri untuk UKM, consumer, dan korporasi seimbang.

Dengan demikian, diharapkan tahun depan porsi kredit korporasi meningkat menjadi 30 sampai 35 persen, sampai akhirnya mencapai 40 persen dalam 3 tahun. Sebagai catatan, saat ini pertumbuhan kredit Bank Danamon masih 8 sampai 10 persen. Ahluwalia mengatakan pertumbuhan akan diperkencang di kuartal III tahun 2019.

Sementara laba bersih Bank Danamon di kuartal I 2019 Rp933 miliar mengalami penurunan 11 persen yoy. Namun, laba tersebut mengalami peningkatan 6 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan kredit bank masih didominasi pertumuhan kredit dari KPR yang meningkat 27 persen yoy menjadi Rp8,3 triliun. Pertumbuhan kredit korporasi, komersial, dan instutusi baru mengalami peningkatan 7 persen yoy menjadi Rp39,5 triliun. UKM mengalami peningkatan sebesar 6 persen menjadi Rp31,1 triliun. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *