Surat Utang Global Bank Mandiri Mencapai Rp10,5 Triliun

oleh
Surat utang global

Surat utang global diterbitkan oleh PT Bank Mandiri Tbk (Persero) dengan denominasi dolar AS US$750 juta atau kisaran Rp10,5 triliun, melalui program Euro Medium Term Notes. Dengan jangka waktu penggunaan adalah 5 tahun dengan pemberian kupon sebesar 3,75 persen.

Menurut Darmawan Junaidi selaku direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, surat utang global ini akan dipergunakan demi untuk kepentingan yang bersifat umum. Hal ini juga merupakan bagian dari rencana program penerbitan obligasi valas yang memiliki nilai sebesar US$2 miliar.

Berdasarkan keterangan resminya, Darmawan lebih lanjut menyatakan bahwa, nilai surat utang global ini adalah nilai terbesar yang pernah diterbitkan oleh bank yang berasal dari Indonesia. Dalam proses penawaran pun, bahkan terjadi kelebihan permintaan dari yang telah direncanakan yaitu mencapai angka US$3 miliar.

Bagi Bank Mandiri, besarnya permintaan akan surat utang global ini memungkinkan bagi mereka untuk menekan biaya penerbitan Medium Term Note (MTN). Diperkirakan biaya MTN yang bisa ditekan akan mencapai lebih dari 165 bps berdasarkan US Treasury. Hal ini tampak bagus jika dibandingkan dengan penerapan dari lembaga keuangan lain yang berada di kawasan Asia Tenggara.

MTN Bank Mandiri sendiri memiliki peringkat internasional Baa2 dari lembaga yang mengadakan pemeringkatan terhadap kinerja suatu lembaga keuangan yakni Moody’s Corporation. Dengan kata lain, bank ini memiliki kelayakan kredit dari peminjam yang pernah menggunakannya.

Selain Moody’s Corporation, lembaga lain seperti BBB dari Fitch juga memberikan peringkat kelayakan bagi Bank Mandiri. Sehingga semakin menambah kepercayaan yang besar bagi para investor asing kepada perseroan ini untuk mengadakan kerjasama.

Pada tahun 2018 saja, Bank Mandiri telah membukukan keuntungan dari laba bersihnya sebesar Rp25 triliun. Berdasarkan perhitungan ini, kenaikan yang signifikan atas keuntungan yang ada naik sebanyak 21,2 persen dibandingkan dengan tahun 2017.

Dalam pertumbuhan kredit perseroan pun telah tercatat laba kenaikan sebanyak 12,4 persen dari yang semula Rp729,5 triliun meningkat menjadi Rp820,1 triliun.

Mengantongi track record yang bagus, sangat wajar jadinya jika Bank Mandiri memiliki permintaan yang tinggi atas surat utang global yang diterbitkannya. Bahkan terjadi empat kali kenaikan dari nilai yang diterbitkan oleh perseroan itu sendiri. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *