Surat Utang Syariah Diterbitkan Kementerian Keuangan

oleh
Surat Utang Syariah

Surat Utang Syariah atau lebih tepatnya Surat Berharga Syariah Negara atau Sukuk Tabungan ST-004 resmi diterbitkan Kementerian Keuangan RI pada Jumat, 3 Mei 2019. Surat yang menjadi penanda investasi keuangan kepada pemerintah ditawarkan mulai dari Rp1 juta sampai Rp3 miliar.

Surat Berharga Syariah Negara ini diterbitkan dan dapat dibeli oleh masyarakat umum. Peminat dapat melakukan transaksi sesuai prosedur yang berlaku.

Bagi masyarakat yang ingin beinvestasi dengan membeli Surat Utang Syariah, caranya sangat mudah.

Pertama, masyarakat yang berminat dan disebut calon investor melakukan registrasi melalui sistem e-channel yang disediakan oleh mitra distribusi.

Terdapat 20 mitra distribusi yang ditunjuk oleh pemerintah, mulai dari perusahaan berpelat merah, perbankan swasta, dan lembaga keuangan lain.

Perusahaan BUMN yang termasuk mitra distribusi Surat Utang Syariah, yaitu PT Bank BRI Syariah, PT Bank Mandiri (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), PT Bank Syariah Mandiri, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero).

Sementara, perusahaan bank dan lembaga keuangan swasta yang ikut terlibat menjadi mitra distribusi, yaitu PT Bank Central Asia, PT Bank Cimb Niaga, PT Bank Dbs Indonesia, PT Bank Maybank Indonesia, PT Bank OCBC NISP, PT Bank Panin, PT Bank Permata, PT Trimegah Sekuritas, PT Bareksa Portal Indonesia, PT Star Mercalo Capitale, PT Investree Radika Jaya, PT Nusantara Investment, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mitrausaha Indonesia Group.

Proses Surat Utang Syariah

Dalam proses registrasinya tersebut, dilakukan dengan cara memasukkan informasi Single Investor Identification (SID), nomor rekening dana, dan juga nomor rekening surat berharga yang dimiliki. Jika pembeli belum memliki ketiganya, maka harus membuat terlebih dahulu dengan bantuan mitra distribusi yang dipilih.

Selanjutnya, saat proses registrasi selesai, calon investor melakukan pembelian Surat Utang Syariah secara online.

Hal di atas sesuai dengan arahan yang diberikan oleh Direktur Jendral Pengelolaan, Pembiayaan, dan Resiko Kementerian Keuangan, Luky Alfirman ketika peluncuran Sukuk tabungan ST-004 di Perpustakaan Nasional, Jakarta.

Luky juga menuturkan bahwa secara online pembelian dapat langsung proses pemesanan. Calon investor menunggu verifikasi dan kode pembayaran yang dikirim ke email terdaftar. Pemesanan tidak dapat dicancel ketika sudah masuk tahap ini.

Bagi pembeli yang sudah mendapatkan kode pembayaran maka dapat langsung transaksi. Sebagai bukti kepemilikan Surat Utang Syariah, maka investor akan menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) yang tercatat pada Bukti Penerimaan Negara (BPN). []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *