Tahun ini Kinerja Bank Syariah Diproyeksikan Melesat

oleh

Tahun 2018 bisnis perbankan syariah diproyeksikan akan tumbuh lebih baik. Proyeksi tersebut tercermin dari upaya pemerintah yang mendorong keberpihakannya terhadap perbankan syariah dan kondisi Bank Umum Syariah yang secara umum telah membaik.

Dalam paparannya, Karim Consulting Indonesia (KCI) menyebut tahun 2018 menjadi titik tolak perbankan syariah merebut pasar bisnisnya paska mengalami masa sulit 2 tahun belakangan ini.

Baca Juga : OJK Dorong Perluasan Basis Konsumen Keuangan Syariah

Menurut Presiden Direktur Karim Consilting Indonesia, Adiwarman Karim, tahun ini Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) akan melakukan sejumlah improvement antara lain yaitu dengan membentuk bank BUMN syariah besar, melakukan pengembangan dalam gaya hidup dan pola halal yang berdampak pada perbankan syariah, integrasi zakat serta pengembangan peran wakaf melalui lembaga keuangan mikro syariah (LKMS) ‘Bank Wakaf’.

Adimwarman menyebut nantinya akan ada investasi dari pemerintah serta penambahan modal dari induk salah satu bank syariah nasional sehingga dengan demikian bank syariah akan menjadi bank BUMN syariah besar. Selain itu, proyeksi lainnya adanya kemungkinan upaya penggabungan salah satu bank syariah dengan Unit Usaha Syariah (UUS) satu bank yang memiliki bisnis utama yang sama dalam pembiayaan perumahan.

Selain itu konversi Bank NTB menjadi bank syariah penuh juga akan menjadi hembusan positif bagi perbankan syariah nasional. Tambahan modal ke dua BUS besar di industri akan ikut mengatrol kenaikan aset serta rata-rata kecukupan modal industri.

“Tahun ini akan ada tambahan 2 BUS yang naik ke BUKU III,” ujarnya.

Baca Juga : 2018 Bank Syariah Mandiri Incar Pembiayaan Rp68 Triliun

Menurut Adiwarman, tambahan aset dari pembentukan bank syariah BUMN, merger serta konversi dinilai dapat mengatrol 8% pangsa pasar.

Pada skenario normal, lanjut Adiwarman, diproyeksikan ROA (tingkat pengembalian aset) mencapai 3,39% serta aset sebesar Rp462.03 Triliun. Jika skenario optimis, tingkat pengembalian aset perbankan syariah mencapai 4,09% serta aset Rp501.09 Triliun. Tahun ini, NPF atau tingkat pembiayaan bermasalah juga membaik ke kisaran 1,5%-1,8%.

“Namun semuanya tergantung pada aksi korporasi bank-bank syariah,” tutupnya. []ct

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

One thought on “Tahun ini Kinerja Bank Syariah Diproyeksikan Melesat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *