in , ,

Total Aset BTN Mengalami Kenaikan Pesat

Pendapatan Komisi

Total aset menunjukkan sehat atau tidaknya suatu perusahaan. Begitu pula dengan bank. Sejak Agustus tahun 2018, Bank Indonesia telah mengumumkan penerapan PSAK 71 mulai awal tahun 2020.

PSAK 71 ini digunakan untuk menambahkan prinsip kehati-hatian pada bank sebagai sesbuah usaha keuangan. Semua bank diharapkan sudah menyiapkan cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) yang besarnya ditambah. Penambahan CKPN berdasarkan PSAK 71 tersebut untuk meyiapkan bank jika terjadi krisis.

Baca Juga: Akuisisi BCA Terhadap Bank Kecil Segera Diumumkan

Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Maryono menyebutkan dalam konfrensi pers, 28 Maret 2019, bahwa BTN telah terus meningkatkan CKPN sejak tahun 2015. Dengan demikian BTN sudah siap dengan berlakunya PSAK 71.

Dalam konfrensi pers tersebut, Maryono menjelaskan bahwa dari berbagai sisi BTN sebagai lembaga perbankan milik pemerintah mengalami kenaikan pesat di segala sisi.

TOTAL ASET TUMBUH

Total aset BTN meningkat menjadi Rp306,4 triliun di bulan Desember 2018. Kenaikan terjadi sebesar 17,20 persen di periode yang sama tahun sebelumnya yang baru mencapai Rp261,4 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dimiliki BTN juga meningkat 19,34 persen bulan Desember 2018 di perode yang sama tahun sebelumnya, menjadi Rp230,3 triliun. DPK ini jauh lebih besar dari DPK rata-rata industri yang umumnya berkisar 6,45 persen.

Selain itu, Liqudity Coverage Ratio BTN juga sudah mencapai 108,99 persen, jauh lebih tinggi dari batas yang ditetapkan Bank Indonesia sebagai lembaga pengawas perbankan di Indonesia. Wajar, jika perolehan total aset BNI meningkat.

Lebih jauh Maryono juga mengungkapkan bahwa laba bersih BTN mencapai Rp2,8 triliun. Sudah dengan memperhitungkan pertimbangan laba operasional yang ditetapkan dalam PSAK 71, yaitu Rp1,7 triliun.

Laba bersih BTN mengalami kenaikan sebesar 11,1 persen. Hal ini mempengaruhi total aset yang dihitung.

Menurut Maryono keuntungan BTN yang meningkatkan total aset sebagian besar didapat dari penyeluran kredit rumah sejak dilaksanakannya program 1 juta rumah. Penyaluran kredit ini sesuai dengan core bisnis BTN yang sudah dikenal sejak tahun 1974.

Dengan demikian, BTN telah menguasai 39,55 persen pangsa pasar KPR.

Baca Juga: Bank Mandiri Caplok Bank Permata?

Hal ini sesuai dengan perencanaan BTN tentang penyaluran kredit. Penyaluran kredit tersebut adalah 80 persen kredit konsumen di mana, 90 persen darinya adalah kredit perumahan subsidi dan non subsidi.

Berdasarkan berbagai kondisi yang telah disebutkan di atas, BTN menargetkan beberapa hal di tahun 2019, yaitu:

• Konservatif aset naik sebesar 13-15 persen

• Kredit dan pembiayaan tumbuh 13-15 persen

• DPK naik 13-15 persen

• Laba tumbuh 15 persen

Target yang tentunya mengharapkan kenaikan total aset di penutupan tahun 2019 nanti. []

Berita Bank

Written by Berita Bank

Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Akuisisi

Akuisisi BCA Terhadap Bank Kecil Segera Diumumkan

Bank Indonesia

Bank Indonesia Belum Menurunkan Suku Bunga