in ,

TRANSAKSI DIGITAL MEROKET! AWAS BANYAK KEJAHATAN

Transaksi digital

WARTABANK.COM, Jakarta – Transaksi digital terus mengalami peningkatan yang sangat signifikan terlebih sejak adanya Covid-19 yang membatasi kontak fisik antar umat manusia. Sejak akhir Maret 2020 silam, dimana menjadi awal pandemi Covid-19 di Indonesia semakin mengubah gaya hidup masyarakat Indonesia.

Hasil survei Jakpat selama periode 29 Mei hingga 2 Juni 2020 terdapat sebanyak 83 persen responden yang banyak beraktivitas secara daring, termasuk transaksi melalui keuangan digital.
Selanjutnya sebanyak 41 persen mengaku melakukan transaksi belanja secara daring, 36 persen cenderung menggunakan platform pembayaran daring, serta 25 persen membeli makanan melalui aplikasi daring.

Hal tersebut di atas mengindikasikan jika masyarakat sudah akrab dengan digitalisasi, sehingga transaksi digital menjelma menjadi primadona di Indonesia.

Managing Director Asia Pacific GBG Plc. June Lee, memaparkan bahwa di Indonesia terdapat empat layanan transaksi daring yang paling banyak dikeluarkan oleh institusi keuangan.

Yaitu 67 persen adalah dompet elektronik, 65 persen e-banking, 63 persen aplikasi mobile banking serta 47 persen adalah pinjaman daring.

Transaksi digital layanan keuangan setiap harinya rata-rata terus mengalami peningkatan dari 690 juta kali pada 2020 menjadi 739 juta kali pada 2022.

Namun di sisi lain, meningkatnya penetrasi platform keuangan digital turut mengerek risiko ancaman keamanan di industri jasa keuangan.

Ya! Bahaya kejahatan digital menjadi ancaman yang harus terus diantisipasi. Berdasarkan laporan X Force Intelligence Index 2020 yang dikeluarkan oleh IBM Security, industri ini paling rentan mendapat serangan siber dengan kontribusi sebesar 16 persen.

Bahkan, GBG memprediksi kerugian yang ditimbulkan oleh kejahatan siber bagi institusi keuangan di Asia Pasifik mencapai US$171 miliar. []

Chriestian

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

pemerintah

JURUS PEMERINTAH OBATI EKONOMI

Libur cuti bersama

Libur Cuti Bersama, Bank Mandiri Tetap Beroperasi