in

Transaksi Elektronik Terus Digenjot Perbankan

Transaksi elektronik

WARTABANK.COM, Jakarta – Transaksi elektronik terus dioptimalkan oleh sejumalh bank menyusul mulai membaiknya perekonomian nasioanal.

Mengutip data Bank Indonesia (BI), transaksi elektronik sejak awal Januari 2020 terus tergerus dari sebanyak 457 juta transaksi hingga berada pada titik paling rendah di bulan Mei 2020 dengan catatan 298 juta transaksi. Kemudian pada periode Agustus tercatat sebanyak 386 juta transaksi.

Menurut SVP Transaction Banking Retail Sales PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Thomas Wahyudi, Bank Mandiri berhasil mencatat pertumbuhan transaksi elektronik e-money pasca relaksasi pembatasan sosial.

“Transaksi e-money pada era new normal mengalami peningkatan mencapai 80 persen apabila dibandingkan pada saat awal PSBB,” Ujarnya.

Lebih lanjut ia mengatakan Bank Mandiri sampai dengan saat ini berhasil mencatat sebanyak 21 juta keeping peredaran e-money.

Adapun jumlah tersebut telah tumbuh sebesar 20 persen secara year on year. Sementara

“Target sampai akhir tahun kami dapat mengedarkan 23 juta keeping,” tambahnya.

Sementara hal yang sama dikatakan Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Santoso Liem. Menurutnya usai relaksasi pembatasan sosial, BCA berhasil mencatat pertumbuhan transaksi elektronik Flazz.

Hingga Juli 2020 BCA mencatat 220,7 juta transaksi dengan peredaran sebesar 18 juta keeping Flazz.

Santoso Liem menambahkan, walaupun aktivitas masih cukup terbatas, namun pertumbuhan terjadi berasal dari jumlah pengguna baru.

“Kami belum lama ini menerbitkan seri Flazz generasi kedua yang memberikan kemudahan bagi para pengguna untuk melakukan pengecekan saldo, ataupun isi ulang melalui aplikasi BCA Mobile di ponsel Andorid berteknologi NFC (Near Field Communciation),” jelasnya.

Selain transaksi elektronik Flazz, BCA juga mencatat pertumbuhan transaksi elektronik berbasis server BCA yaitu Sakuku.

“Hingga Triwulan II tahun 2020 lalu, Sakuku menorehkan pertumbuhan 23 persen secara year on year menjadi 1,5 juta transaksi, dengan nilai mencapai Rp267 miliar yang tumbuh 44 persen,” tutup Santoso Liem. []

Chriestian

Written by Chriestian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RESESI

CARA KELUAR DARI RESESI AKIBAT PANDEMI

Membuat kartu kredit

MEMBUAT KARTU KREDIT AMAN dan MUDAH