Transaksi Perdagangan Bilateral Kerjasama Empat Bank Sentral Negara

oleh
Transaksi perdagangan

Transaksi perdagangan bilateral akan diselesaikan oleh empat bank sentral negara kawasan uang saling bekerja sama dalam mata uang lokal. Keempat bank sentral itu adalah Bank Indonesia, Bangko Sentral ng Pilipinas, Bank of Thailand, dan Bank Negara Malaysia.

Komitmen ini juga merupakan rangkaian pencapaian dalam penandatanganan 2 Nota Kesepahaman antara BI – Bank Negara Malaysia dan BI – Bank of Thailand. Hal ini dilakukan untuk mengajak penyelesaian transaksi perdagangan bilateral menggunakan mata uang lokal pada 2016.

Komitmen bank tersebut disepakati pada rangkaian pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral se-ASEAN di Chiang Rai, Thailand, dinyatakan melalui :

1. Penandatanganan Letter of Intent (LOI) antara Perry Warjiyo selaku Gubernur Bank Indonesia. Dengan Benjamin E. Diokno, Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas;

2. Penandatanganan LOI antara Benjamin E. Diokno, Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas dengan Nor Shamsiah binti Mohd Yunus, Gubernur Bank Negara Malaysia;

3. Penandatanganan LOI antara Veerathai Santiprabhob, Gubernur Bank of Thailand dengan Benjamin E. Diokno, Gubernur Bangko Sentral ng Pilipinas.

Ketiga LOI menggambarkan kepentingan bersama dalam memprediksi peluang pembentukan LCS framework di antara keempat negara.

Setelahnya, terjadi peningkatan penggunaan mata uang lokal untuk penyelesaian transaksi perdagangan bilateral, seiring bersama penurunan margin kurs valuta asing. Total transaksi perdagangan melalui LCS juga terus memperlihatkan peningkatan.

Pada kuartal pertama tahun 2019, total transaksi perdagangan bilateral LCS menggunakan Baht memperoleh US$ 13 juta atau setara Rp.185 miliar. Itu berarti meningkat dibandingkan tahun lalu sebesar US$ 7 juta atau setara Rp.96 miliar.

Sementara transaksi perdagangan bilateral LCS yang menggunakan Ringgit kuartal pertama tahun 2019 memperoleh US$ 70 juta atau setara Rp.1 triliun. Itu berarti meningkat tajam dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 6 juta atau setara dengan Rp.83 miliar.

Kerja sama tersebut akan bermanfaat bagi pelaku usaha melalui penurunan biaya transaksi dan peningkatan efisiensi dalam settlement perdagangan. Hal tersebut juga dapat memberikan lebih banyak opsi bagi pelaku usaha memilih mata uang dalam settlement transaksi perdagangan bilateral. Sehingga mengurangi risiko nilai tukar terutama di tengah status pasar keuangan global yang masih bergejolak.

Kerangka kerja sama ke-empat negara tersebut juga dapat menggerakkan penggunaan mata uang lokal lebih luas lagi dalam masyarakat ekonomi ASEAN. Serta merangsang pertumbuhan pasar valuta asing dan pasar keuangan di kawasan dalam kontribusi integrasi ekonomi dan keuangan yang lebih luas. []

Tentang Penulis: Berita Bank

Gambar Gravatar
Berita harian bank terbaru, berita bank indonesia, berita terkini, berita perbankan, bank bjb, bank indonesia, berita bank mandiri, berita bank bri, berita bank syariah, berita bank terkini, berita bank bca, berita bank bjb hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *