Danantara Housing Siap Diluncurkan, Dorong Penjualan Properti BUMN yang Belum Laku

WARTABANK.COM, Jakarta – Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara tengah mempersiapkan program Danantara Housing sebagai langkah strategis untuk mengoptimalkan aset properti milik badan usaha milik negara (BUMN). Program ini akan difokuskan pada penyerapan rumah dan apartemen yang telah dibangun BUMN tetapi belum berhasil dipasarkan kepada masyarakat.

Inisiatif tersebut diharapkan mampu mempercepat perputaran aset properti BUMN sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap hunian melalui skema pembiayaan yang lebih kompetitif. Kehadiran program ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor perumahan nasional di tengah meningkatnya kebutuhan hunian.

Chief Executive Officer (CEO) BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa Danantara Housing sedang disiapkan untuk mengakomodasi proyek-proyek properti BUMN yang belum terserap pasar.

Menurut Rosan, program tersebut akan menghadirkan mekanisme pembiayaan yang lebih fleksibel sehingga masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk membeli rumah maupun apartemen hasil pembangunan BUMN.

Ia menambahkan, sejumlah proyek properti telah selesai dibangun, namun penjualannya belum berjalan optimal. Karena itu, Danantara melihat peluang untuk mengelola aset tersebut agar memberikan nilai ekonomi yang lebih besar sekaligus mendukung kebutuhan hunian masyarakat.

Danantara Housing Dorong Optimalisasi Aset Properti BUMN

Melalui Danantara Housing, pemerintah ingin menciptakan solusi yang saling menguntungkan. Di satu sisi, BUMN dapat mempercepat penyerapan aset properti yang masih mengendap. Di sisi lain, masyarakat memperoleh alternatif pembiayaan dengan skema yang lebih menarik.

Meski demikian, Rosan belum mengungkapkan besaran dana maupun detail mekanisme pembiayaan yang akan diterapkan dalam program tersebut. Pemerintah masih mematangkan konsep agar implementasinya berjalan efektif dan mampu menjawab kebutuhan pasar.

Rencana peluncuran Danantara Housing hadir di tengah tingginya realisasi pembiayaan rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Berdasarkan data BP Tapera, hingga 23 Juli 2026, penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi telah mencapai 111.537 unit rumah dengan nilai sekitar Rp13,87 triliun.

Angka tersebut mencerminkan sekitar sepertiga dari target pemerintah sepanjang 2026 yang mencapai 350.000 unit rumah subsidi. Capaian tersebut menunjukkan permintaan masyarakat terhadap hunian tetap tinggi sehingga berbagai skema pembiayaan terus diperluas.

Dalam waktu dekat, BP Tapera bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga akan menggelar akad massal serta serah terima kunci bagi 62.000 penerima KPR subsidi. Agenda tersebut dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli 2026 dan direncanakan dihadiri Presiden Prabowo Subianto.

Kehadiran Danantara Housing diharapkan melengkapi berbagai program pembiayaan perumahan yang telah berjalan. Selain mempercepat penjualan properti BUMN, program ini juga berpotensi meningkatkan likuiditas aset negara, memperkuat sektor properti, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan aktivitas industri perumahan. []