WARTABANK.COM, Jakarta – PT Krakatau Steel (Persero) Tbk menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat investasi sekaligus motor pertumbuhan Industri Baja Asia Tenggara. Prospek tersebut didukung oleh fundamental ekonomi yang kuat, meningkatnya konsumsi baja domestik, serta percepatan investasi pada sektor hilir yang terus berlangsung.
Optimisme itu disampaikan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk sekaligus Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA), Akbar Djohan, saat memberikan keynote speech dalam ajang Mysteel 2026: 1st Southeast Asia Steel Industry Summit di Jakarta.
Menurut Akbar, Indonesia kini berada pada posisi strategis untuk menarik investor global yang ingin memperluas bisnis di kawasan ASEAN. Dengan jumlah penduduk yang besar, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, dan program hilirisasi nasional, Indonesia menawarkan pasar yang menarik bagi pelaku industri baja.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan konsumsi baja nasional juga mencerminkan tingginya aktivitas pembangunan dan investasi. Kondisi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing industri baja Indonesia di tingkat regional maupun global.
Industri Baja Asia Tenggara Perlu Perkuat Kolaborasi
Akbar Djohan menilai kawasan Asia Tenggara saat ini menjadi salah satu wilayah dengan prospek pertumbuhan industri baja paling menjanjikan di dunia. Namun, tantangan global juga terus berkembang, mulai dari ketidakpastian ekonomi, dinamika geopolitik, hingga tuntutan percepatan transisi menuju industri rendah karbon.
Karena itu, ia menegaskan bahwa kolaborasi menjadi faktor utama dalam memperkuat daya saing Industri Baja Asia Tenggara. Menurutnya, tidak ada satu negara maupun perusahaan yang mampu menghadapi perubahan tersebut secara mandiri.
Akbar mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan inovasi, peningkatan investasi, serta pembangunan kemitraan yang saling menguntungkan. Sinergi antara pemerintah, industri, lembaga keuangan, penyedia teknologi, dan sektor energi dinilai penting untuk mempercepat transformasi menuju industri baja yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, penerapan level playing field yang adil juga menjadi faktor penting agar seluruh pelaku industri dapat bersaing secara sehat. Langkah tersebut akan memperkuat ekosistem industri sekaligus mendorong pengembangan teknologi green steel yang semakin dibutuhkan pasar global.
Melalui penyelenggaraan forum internasional tersebut, Krakatau Steel berharap lahir berbagai peluang investasi dan kemitraan baru yang mampu memperkuat industri baja nasional. Dukungan investasi itu diharapkan mempercepat agenda hilirisasi mineral, meningkatkan nilai tambah dalam negeri, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pertumbuhan Industri Baja Asia Tenggara. Dengan fondasi tersebut, industri baja nasional berpotensi menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang. []
